BOJONEGORO – Radarfakta.com Nasib malang menimpa Ibu Helik, seorang anggota Linmas asal Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro. Warung usaha yang baru saja selesai dibangun beberapa bulan lalu ambruk rata dengan tanah setelah diterjang hujan lebat disertai angin kencang pada Kamis sore kemarin.
Kronologi kejadian: Hujan deras yang mengguyur wilayah Trucuk dan sekitarnya sejak sore hari membawa angin kencang yang langsung menghantam bangunan warung milik Mbak Helik (sapaan akrabnya) di wilayah RT 13 RW 02, Dusun Asem Brintik.
Bangunan yang didominasi material ringan tersebut tidak mampu menahan beban angin, sehingga roboh seketika.
Ironisnya, warung tersebut sebenarnya sudah siap beroperasi. Namun, pembukaan warung sempat tertunda karena terkendala pemasangan instalasi listrik.
Pihak PLN sebelumnya menyarankan agar bangunan dibuat lebih permanen untuk standar keamanan kelistrikan. Belum sempat renovasi permanen dilakukan dan listrik terpasang, bangunan tersebut sudah lebih dulu ludes diterjang badai.
Kerugian mencapai jutaan rupiah
Bangunan warung ini diketahui menggunakan material modern berupa galvalum baik untuk bagian atap maupun dindingnya. Selain bangunan utama, sebuah gazebo yang terbuat dari kombinasi kayu gelugu (kelapa) dan kayu jati juga ikut hancur akibat kejadian tersebut.
Berdasarkan inventarisir sementara, total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 5.000.000 (lima juta rupiah). Angka ini merupakan nilai investasi pembangunan yang dikumpulkan pemilik untuk memulai usaha mandiri.
Pembersihan mandiri
Pantauan di lokasi pada pagi ini, Jumat (9/1), puing-puing galvalum dan kayu jati yang berserakan mulai dibersihkan. Tanpa menunggu bantuan, Mbak Helik dibantu keluarga mulai memilah material yang masih bisa diselamatkan secara mandiri.
“Rencananya mau dibuka setelah urusan listrik beres, tapi ya bagaimana lagi, musibah tidak ada yang tahu,” ungkap helik.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga Bojonegoro lainnya untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang sering terjadi di awal tahun, terutama bagi pemilik bangunan dengan struktur ringan. (Guh/Red)













