BOJONEGORO – Radarfakta.com // Sebuah potret memilukan kembali mencoreng wajah pembangunan di Kabupaten Bojonegoro. Video berdurasi 51 detik yang diunggah oleh akun TikTok @wongjublegbojonegoro mendadak viral setelah memperlihatkan kondisi jalan di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, yang rusak parah.
Dalam video tersebut, terlihat pemandangan miris sejumlah anak sekolah yang terpaksa melepas sepatu (nyeker) untuk menembus jalanan makadam yang berubah menjadi kubangan lumpur pekat tepat di depan SDN 4 Napis.
Sentimen Negatif Netizen: Soroti SiLPA dan Mentalitas Pejabat
viral nya video ini memicu ribuan komentar pedas dari netizen yang mempertanyakan efektivitas anggaran daerah. Bojonegoro, yang dikenal memiliki APBD dan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) bernilai triliunan rupiah, dinilai gagal memberikan akses layak bagi pendidikan di pelosok.
Beberapa komentar tajam yang mendapat sorotan antara lain datang dari akun @sijo:”Lek enek perangkat seng ngamuk seng ngancam ga usah dadi perangkat, seng gelem jek okeh (Kalau ada perangkat desa yang marah atau mengancam, tidak usah jadi perangkat, yang mau masih banyak),” tulisnya.
Akun @alenardi juga menyentil kepemimpinan di tingkat kecamatan:”Pak Camat Tambakrejo kon ngajokno Pemkab, dalane jek rusak sakno wargane wetenge jek seneb (Pak Camat Tambakrejo disuruh mengajukan ke Pemkab, jalannya masih rusak kasihan warganya sampai sakit perut lewat jalan itu).
Klarifikasi Kepala Desa: Terkendala Status Jalan dan Lebar Lahan
Menanggapi kegaduhan di media sosial tersebut, Kepala Desa Napis, mulyono, angkat bicara saat dikonfirmasi awak media pada Kamis (22/01/2026). Ia menjelaskan bahwa pihak desa telah berupaya mengusulkan perbaikan, namun terbentur aturan teknis.
“Sebetulnya sudah kami usulkan peningkatan status jalan desa menjadi jalan kabupaten, tapi ada kendala kurang lebar setelah ada tim survei dari PU Bina Marga (PU BM) dan hasil verifikasi,” jelas kades.
Sebagai solusi alternatif, pihak pemerintah desa kini tengah memperjuangkan pembangunan melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK).
“Dari desa mengajukan pembangunan lewat BKK jalan rigid mas,” tambahnya.
Masyarakat Dusun Jubleg Menanti Keadilan
Masyarakat Desa Napis, khususnya di Dusun Jubleg yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ngawi, menaruh harapan besar agar pembangunan jalan rigid sepanjang 1,8 km bisa direalisasikan pada tahun anggaran ini.
Menurut Mulyono, wilayah tersebut sebelumnya sempat tersentuh program Karya Bakti Skala Besar (KBSB) pada tahun 2021 berupa jalan makadam sepanjang 5 km.
Namun, warga mendambakan kualitas jalan cor seperti yang sudah dinikmati desa-desa tetangga di perbatasan Ngawi.
“Semoga tahun ini bisa dianggarkan dari pemerintah kabupaten. Harapan masyarakat agar bisa seperti desa perbatasan lainnya yang jalannya sudah dicor tahun 2021 lalu,” pungkasnya.
Hingga saat ini, video siswa yang harus menenteng sepatu menuju sekolah tersebut masih terus dibagikan ribuan kali, menjadi simbol protes warga atas lambannya pemerataan infrastruktur di Bojonegoro. (Guh/Red)













