BOJONEGORO – Radarfakta.com // Masyarakat Desa Kedung Sumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian alam. Pada Jumat pagi (13/2/2026), ratusan warga bersama aparat gabungan menggelar aksi penanaman 1.000 pohon di kawasan strategis sekitar Waduk Pacal dan bantaran Sungai Pacal.
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memperkuat struktur tanah di wilayah yang rawan terhadap pengikisan. Mengingat peran vital Waduk Pacal sebagai sumber pengairan, menjaga area tangkapan air menjadi prioritas utama bagi warga setempat.
Penanaman pohon ini dikoordinatori langsung oleh Kepala Desa Kedung Sumber, Ir. Kardi, dengan melibatkan berbagai unsur terkait guna memastikan keberlanjutan ekosistem.
Turut hadir dalam aksi hijau ini, Personel Koramil 24 Temayang, Jajaran Polsek Temayang, Perwakilan BKPH Tretes dan KRPH Tretes.
Aksi yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Partisipasi aktif masyarakat menunjukkan kesadaran kolektif akan pentingnya mitigasi bencana berbasis lingkungan.
Investasi untuk Masa DepanKepala Desa Kedung Sumber, Ir. Kardi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya konkret untuk melindungi wilayah dari ancaman bencana alam seperti tanah longsor dan erosi yang kerap menghantui saat musim penghujan.
“Penanaman pohon ini tidak hanya untuk mencegah erosi dan longsor, tetapi juga sebagai investasi lingkungan jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujar Ir. Kardi di sela-sela kegiatan.
Dengan tertanamnya 1.000 bibit pohon baru, diharapkan kawasan bantaran Sungai Pacal akan semakin hijau dan asri. Secara teknis, akar-akar pohon tersebut nantinya akan berfungsi sebagai penahan air dan tanah, sehingga mengurangi laju sedimentasi ke dalam waduk yang selama ini menjadi tantangan di wilayah tersebut.
Kegiatan berakhir pada pukul 10.00 WIB dalam kondisi aman dan tertib. Langkah hijau dari Desa Kedung Sumber ini diharapkan mampu menginspirasi desa-desa lain di bantaran sungai untuk melakukan langkah serupa demi keseimbangan ekosistem Bojonegoro.(Red)













