BOJONEGORO – Radarfakta.com // Proyek pelebaran Jembatan Sambeng-Besah yang berlokasi di Desa kacangan, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan. Pasalnya, proyek yang didanai oleh APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2025 tersebut hingga pertengahan Februari 2026 terpantau belum tuntas sepenuhnya.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi pada Senin (16/02/2026), masih terdapat sejumlah item pekerjaan yang belum selesai. Proyek dengan nilai kontrak fantastis sebesar Rp 4,2 miliar ini dikerjakan oleh pelaksana CV Nikmah Trijaya dengan pengawasan dari konsultan pengawas CV Reusi.
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, salah satu pekerja proyek, memberikan klarifikasi terkait sepinya aktivitas di lokasi pada hari Senin tersebut. Ia berdalih bahwa faktor alam menjadi kendala utama terhentinya pekerjaan sementara waktu.
“Pekerja hari Senin libur mas, karena air kali sedang pasang. Pekerjaan sebenarnya tinggal menyisakan Tembok Penahan Tanah (TPT) saja,” ujar pekerja kepada awak media Senin 16/02/2026.
Meski diklaim hanya menyisakan bagian TPT, fakta bahwa proyek ini menyeberang ke tahun anggaran 2026 memicu pertanyaan publik mengenai manajemen waktu dan pengawasan pengerjaan di lapangan.
Selain masalah keterlambatan, kualitas pengerjaan jalan aspal yang termasuk dalam paket proyek jembatan tersebut juga menuai kritik.
Hasil pengamatan fisik di lokasi menunjukkan adanya indikasi ketidaksesuaian spesifikasi pada ketebalan aspal.
Ditemukan bahwa lapisan aspal yang baru digelar di area jembatan tersebut terlihat sangat tipis. Saat dilakukan pengukuran secara visual, ketebalannya diperkirakan hanya berkisar kurang lebih 2 cm.
Hal ini tentu memicu kekhawatiran akan daya tahan jalan mengingat besarnya anggaran yang telah dikucurkan pemerintah daerah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Bojonegoro maupun pihak kontraktor dari CV Nikmah Trijaya belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut mengenai sanksi keterlambatan maupun detail spesifikasi teknis aspal yang dipermasalahkan.
Masyarakat berharap pihak inspektorat dan dinas terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh agar proyek yang dibiayai dari uang rakyat ini tidak terkesan dikerjakan asal-asalan dan memberikan manfaat jangka panjang. (Riyan/Red)













