Utama  

Proyek SDN 4 Beji Bojonegoro Carut-marut: Kontraktor Klaim Selesai, Fakta Lapangan Berbicara Lain

BOJONEGORO – Radarfakta.com // Proyek rehabilitasi gedung SD Negeri 4 Beji kecamatan Kedewan yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro kini tengah menuai sorotan tajam.

Proyek yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut diduga kuat tidak rampung sesuai spesifikasi dan tenggat waktu, hingga menyisakan beban bagi pihak sekolah.

Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi pada Senin (16/02/2026), proyek kategori rehabilitasi berat/ringan ini menyerap anggaran sebesar Rp199.501.000.

Pekerjaan ini dipercayakan kepada pelaksana CV Setya Karya dengan pengawasan dari CV Sattyatama Consultants.

Pemilik CV Setya Karya, yang bernama Ibu (Denis), memberikan klarifikasi singkat saat dikonfirmasi via WhatsApp Senin 16/02/2026. Ia menyatakan bahwa tanggung jawabnya sebagai pelaksana telah usai.

“Maaf pak, saya dengan Bu Denis. Tapi kerjaan saya sudah selesai dan sudah dibersihkan sama pelaksana saya. Barusan saya konfirmasi,” tulisnya dalam pesan singkat.

Namun, klaim tersebut berbanding terbalik dengan kondisi riil di lapangan. Hasil pantauan pada hari yang sama menunjukkan adanya ketidaksinkronan data.

Meskipun kontraktor menyatakan rampung, faktanya gedung sekolah masih menyisakan pekerjaan rumah yang signifikan, di antaranya:

Pengerjaan Plamir: Bagian atap dan tembok gedung terpantau belum selesai dilakukan plamir secara merata.

Sisa Material: Masih ditemukan sisa-sisa pekerjaan yang belum dibersihkan sepenuhnya, yang mengganggu estetika dan kenyamanan lingkungan sekolah.

Di sisi lain, Kepala SDN 4 Beji, Hartini, mengonfirmasi bahwa pihak Dinas Pendidikan telah memberikan respon atas keluhan yang sempat viral di media massa tersebut.

“Waalaikumsalam, nggih Pak. Alhamdulillah sudah direspon oleh dinas. Matur suwun,” ujar Hartini pada Senin (16/02/2026).

Meski respon dinas telah masuk, pihak sekolah kini menunggu realisasi perbaikan fisik agar bangunan benar-benar layak digunakan sesuai standar keamanan.

Kesenjangan antara klaim kontraktor dan fakta fisik di lapangan memicu desakan agar Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro bersikap tegas. Publik meminta adanya audit fisik terhadap kinerja CV Setya Karya dan CV Sattyatama Consultants selaku pengawas.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dan wali murid berharap agar proyek senilai hampir 200 juta rupiah tersebut tidak menjadi proyek “setengah jalan” yang justru merugikan fasilitas pendidikan anak bangsa. (Guh/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deskripsi gambar