Utama  

Proyek Jalan Rigid Desa Bulu Diduga mangkrak,Baru 15 Persen, Warga Pertanyakan Pagu Rp2,17 Miliar

Bojonegoro//Radarfakta.com— Proyek pembangunan jalan rigid di Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, menuai sorotan warga. Hingga saat ini, progres pengerjaan di lapangan diduga baru mencapai sekitar 15 persen, diduga mangkrak karena sudah 2 bulan lebih tidak ada aktifitas pekerjaan,meski proyek tersebut memiliki nilai anggaran yang cukup besar.

Proyek ini bersumber dari Bantuan Keuangan Desa (BKD) Tahun Anggaran 2025 dengan pagu anggaran sebesar Rp2.170.327.500. Berdasarkan dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB), pembangunan mencakup jalan rigid sepanjang 1.050 meter dengan lebar 4 meter.Adapun rincian anggaran dalam proyek tersebut meliputi:

Pekerjaan Umum: Rp47.400.000Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK): Rp4.900.000

Pekerjaan Tanah dan Geosintetik: Rp334.407.600Pekerjaan Perkerasan Berbutir: Rp139.860.258

Pekerjaan Struktur: Rp1.633.289.642

Pekerjaan Harian dan Pekerjaan Lain-lain: Rp5.880.000

Total anggaran tersebut dibulatkan menjadi Rp2,17 miliar.

Namun, berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas pekerjaan masih terlihat terbatas. Beberapa ruas jalan belum menunjukkan progres signifikan, sementara pengecoran beton belum dilakukan secara menyeluruh.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Salah seorang warga Desa Bulu Fulan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keprihatinannya.

Kalau lihat anggarannya sampai miliaran, tapi di lapangan kok masih seperti ini. Kami tahunya baru sedikit yang dikerjakan,” ujarnya.

Warga lain juga berharap ada keterbukaan dari pihak terkait mengenai jadwal dan tahapan pekerjaan.bahkan ada yang berkelakar,bagaimana mau diteruskan uangnya sudah dihabiskan.

Kami tidak menuduh apa-apa, tapi sebagai warga ya wajar bertanya. Dana sebesar ini harusnya progresnya sudah kelihatan,” kata warga lainnya.

Minimnya informasi resmi terkait progres fisik dan pengawasan proyek membuat publik berharap adanya penjelasan terbuka dari pemerintah desa maupun pelaksana kegiatan. Transparansi dinilai penting agar tidak menimbulkan spekulasi serta menjaga kepercayaan masyarakat.

Sebagai proyek yang menggunakan dana publik, pembangunan jalan rigid Desa Bulu diharapkan dapat dikerjakan tepat waktu, sesuai spesifikasi, dan akuntabel, sehingga benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga desa. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deskripsi gambar