Trenggalek ,RadarFakta -Melalui apel pagi ASN di lingkup Sekretariat Daerah Trenggalek, Edy Soepriyanto, Sekda Trenggalek melepas masa purna tugas Totok Rudijanto, Staf Ahli Bupati, Jum’at (27/2). Tercatat Staf Ahli Bupati ini akan mengakhiri masa tugasnya pada tanggal 1 Maret 2026 dengan masa pengabdian 40 tahun 1 bulan.
Angka yang cukup panjang, tentunya 40 tahun 1 bulan pengabdian di Pemerintah Kabupaten Trenggalek sudah banyak sumbangsih ide dan gagasan yang diberikan Totok untuk Kabupaten Trenggalek. Pria yang mengawali tugasnya sebagai Mantri Polisi itu sudah banyak malang melintang di Pemerintahan Kabupaten Trenggalek.
Tercatat sudah lebih dari 19 kali mutasi yang dialami Totok selama menjadi aparatur pemerintah di Trenggalek. Terlama menurutnya berada di Sekretariat Daerah Trenggalek kurang lebih 15 tahun pengabdian. Pengalaman di Setda Totok pernah menduduki jabatan Kepala Bagian Organisasi, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa kemudian terakhir menjabat Staf Ahli Bupati sampai dirinya memasuki masa purna tugas.
Selain di Setda Totok Rudijanto sempat menjabat Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek. Sempat juga menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan dan juga Plt. Kepala Dinas Sosial PPPA. Tentunya manis, pahit dan getirnya menjadi ASN sudah pernah dirinya alami.
Melepas purna tugas Staf Ahli Bupati itu, Sekda Edy berharap tali silaturahmi dengan seluruh pegawai dilingkup Setda Trenggalek tidak terputus. Selain itu diharapkan oleh sekda penghobi bola itu pengabdian Totok Rudijanto untuk bangsa dan negara ini bisa tetap terus berlangsung, meski tempat dan di lingkungan yang berbeda.
Sebelum mengakhiri masa purna tugasnya per tanggal 1 Maret nanti, Totok Rudijanto dalam apel pagi itu berpesan kepada seluruh ASN di Setda Trenggalek, pada dasarnya aparatur pemerintah itu tidak ada yang kurang dan yang lebih asalkan mau saling mengisi. Menurutnya dengan saling mengisi, keberadaan ASN di suatu organisasi akan saling melengkapi satu sama lain. Apa yang disampaikannya ini berdasarkan pengalaman Totok selama menjadi ASN di Trenggalek.
Mutasi yang didapatkan tentunya akan menjadikan tantangan baru, karena berada di tempat yang baru. Namun asalkan mau belajar, meskipun berada di tempat baru, tentunya akan bisa menyesuaikan, imbuhnya. Terakhir Staf Ahli Bupati ini berpesan kepada para ASN di lingkup Setda untuk bisa bekerja dengan baik dan juga teliti dalam bekerja.
(Tirta)













