LSM PIPRB Respon Aduan Viral TikTok Terkait Proyek Jalan di Desa Malo

BOJONEGORO – Radarfakta.com //Lembaga Swadaya Masyarakat Perkumpulan Independen Peduli Rakyat Bojonegoro (LSM PIPRB) kembali menunjukkan taringnya dalam mengawal transparansi infrastruktur di Kabupaten Bojonegoro.

Kali ini, organisasi tersebut merespons serius aduan masyarakat yang viral melalui media sosial TikTok mengenai kualitas proyek pembangunan jalan di wilayah Kecamatan Malo.

Aduan tersebut muncul dari salah satu akun TikTok yang identitasnya dirahasiakan demi keamanan dan kenyamanan pelapor. Dalam unggahannya, akun tersebut menyoroti kondisi fisik jalan hasil bantuan keuangan desa (BKD/BKKD) di Desa Malo yang dinilai tidak sesuai standar.

Dalan cor Pemdes Malo coba cek mutune ko welek ketoke, padahal bangune lagek sak durunge Poso wingi, lokasi lore jembatan Malo, enek apotik masuk ngulon, arah pasar Malo. Iku hasil bantuan BKD mbuh opo… welek banget mutune.(Jalan cor Pemdes Malo coba cek mutunya kelihatan nya jelek, padahal bangunanya sebelum puasa kemarin, lokasi utara jembatan Malo, ada apotek masuk ke barat arah pasar Malo. Itu hasil bantuan BKD atau apa… jelek sekali mutunya),” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Ketua LSM PIPRB, Manan, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia menegaskan akan segera menerjunkan tim untuk melakukan verifikasi lapangan secara teknis.

Kami sudah menerima informasi terkait keluhan warga di media sosial tersebut. Sebagai bentuk tindak lanjut, saya akan memerintahkan anggota, khususnya tim ahli struktur bangunan, untuk melihat langsung ke lokasi yang dimaksud,” ujar Manan saat dikonfirmasi pada Kamis (26/03/2026).

Manan menambahkan bahwa pengecekan ini bertujuan untuk melihat apakah ada kejanggalan secara fisik maupun teknis dalam pengerjaan proyek tersebut.

Jika nantinya ditemukan bukti kuat adanya ketidaksesuaian spesifikasi atau penurunan kualitas bangunan, LSM PIPRB berkomitmen untuk membawa temuan tersebut ke ranah formal.

Jika memang ada kejanggalan atau indikasi pengerjaan yang asal-asalan, tidak menutup kemungkinan kami akan segera mengadukan proyek tersebut ke dinas terkait agar dilakukan audit atau perbaikan. Uang negara harus dipertanggungjawabkan dengan kualitas yang baik untuk rakyat,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak LSM PIPRB tengah melakukan koordinasi internal untuk jadwal peninjauan lokasi di Desa Malo guna memastikan kebenaran dari aduan masyarakat tersebut. (Guh/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deskripsi gambar