Viral di TikTok! Proyek Aspal BKKD 2025 Senilai Rp846 Juta di Desa Semawot Mengelupas, Netizen: “Waktunya KPK Beraksi”

BOJONEGORO – Radarfakta.com // Jumat 16/01/2026. Sebuah unggahan video dari akun TikTok KABAR PASTI mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat warga net. Video tersebut memperlihatkan kondisi proyek pengaspalan jalan di Desa Semawot, Kecamatan Sukosewu, kabupaten Bojonegoro Jawa Timur yang baru saja selesai namun kondisinya sudah mengelupas dan hancur.

Proyek infrastruktur tersebut diketahui bersumber dari anggaran Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun 2025 dengan nilai kontrak yang cukup fantastis, yakni sebesar Rp846 juta.

Serangan Komentar Pedas Warganet

Dalam video yang diunggah oleh akun KABAR PASTI, terlihat seseorang dengan mudahnya mengeruk lapisan aspal yang tampak rapuh. Hal ini memicu gelombang kemarahan netizen di kolom komentar yang menduga adanya ketidakberesan dalam proses pengerjaan.

Berbagai komentar pedas menyasar para pemangku kebijakan dan pelaksana proyek:

Akun Fed Indo: “Monggo bapak ibuk pejabat berwenang KPK, waktu dan tempat di persilahkan,” tulisnya sembari menandai lembaga antikorupsi tersebut.

Akun Nuur: Menambahkan dengan nada satir, “Terlalu banyak tikus berdasi.”

Akun Tonny Raharjo: Menyebut adanya dugaan pungutan liar atau potongan anggaran yang terlalu besar, “Setorane kegeden luuur, seng garap ngawur (Setorannya terlalu besar saudara, yang mengerjakan jadi asal-asalan),” tulisnya dalam bahasa Jawa.

Warga Desak Audit dan Investigasi

Kondisi jalan yang baru seumur jagung namun sudah rusak ini memicu kekhawatiran masyarakat akan ketahanan infrastruktur di desa tersebut. Warga menilai anggaran hampir satu miliar rupiah seharusnya bisa menghasilkan kualitas jalan yang standar dan awet.

Melalui media sosial, masyarakat secara terbuka meminta instansi terkait, mulai dari Dinas PU, Inspektorat, hingga aparat penegak hukum untuk segera turun ke lapangan.

“Kami berharap instansi terkait segera melakukan investigasi proyek ini. Kalau perlu dilakukan audit menyeluruh terhadap spesifikasi materialnya. Jangan sampai uang rakyat menguap begitu saja tanpa kualitas yang jelas,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya Jumat 16/01/2026. (Guh/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deskripsi gambar