Utama  

EKSKLUSIF: Hasil Lab ITS Surabaya Sudah Dipegang Manan ketua LSM PIPRB Dan ini komentar nya..

BOJONEGORO — RADARFAKTA.COM Misteri mengenai kualitas pengerjaan proyek infrastruktur di Kecamatan Kepohbaru kini memasuki babak baru. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Perkumpulan Independen Peduli Rakyat Bojonegoro (LSM PIPRB) Bojonegoro.

Manan, secara eksklusif mengonfirmasi telah mengambil dokumen hasil uji laboratorium core drill dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada Rabu (01/04/2026).

Uji laboratorium tersebut merupakan buntut dari pengambilan sampel fisik beton yang dilakukan pada proyek jalan rigid yang didanai melalui Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tahun 2025 di Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, beberapa hari lalu.

Saat dikonfirmasi mengenai rincian isi dari surat hasil uji laboratorium dari kampus teknik ternama di Jawa Timur tersebut, Manan menegaskan bahwa pihaknya memiliki alasan strategis yang kuat untuk tidak memublikasikannya saat ini.

Hasil test dari ITS Surabaya memang sengaja kita rahasiakan. Karena dokumen ini murni akan kami gunakan sebagai bahan otentik untuk audiensi langsung dengan Bupati Bojonegoro dan bersama dinas terkait,” tegas Manan.

Langkah “mengunci” data ini dinilai sebagai bagian dari taktik pengawasan yang elegan.

Dengan membawa data valid langsung ke pembuat kebijakan tertinggi di Bojonegoro, LSM PIPRB berharap respons dan tindakan korektif terhadap proyek BKKD tersebut bisa berjalan lebih cepat, tepat sasaran, serta bebas dari intervensi pihak-pihak luar yang berkepentingan.

Sebenarnya kami sangat mendukung program yang konsepnya Swakelola dan pemberdayaan masyarakat, seperti BKKD ini, namun dari beberapa penelusuran kami, prosentasenya cukup besar hanya didominasi oleh orang orang tertentu saja. Kalau mengacu pada Perbup Bojonegoro no. 13 tahun 2024 tentang Pedoman Pengelolaan Bantuan Keuangan Kepada Desa Yang Bersifat Khusus Dari APBD Kabupaten Bojonegoro, sangat bagus sekali. Namun sayang dalam pelaksanaan serta dalam pengawasannya tidak sesuai dengan yang kami harapkan, walaupun ada Tim Mitigasi BKKD yang terdiri dari unsur APH dan OPD terkait. Maka dalam audiensi nanti, kami akan memberikan masukan masukan terkait pelaksanaan dan pengawasan BKKD ke depannya. Semoga permohonan Audiensi kami, direspon positif oleh mas Bupati Bojonegoro”. ucap Mbah Manan sapaan akrabnya.

Kini, masyarakat Bojonegoro harus bersabar menunggu hasil pembicaraan resmi antara pihak pemantau independen tersebut dengan jajaran eksekutif Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. (Guh/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deskripsi gambar