BOJONEGORO – RADARFAKTA.COM // Lembaga Swadaya Masyarakat Perkumpulan Independen Peduli Rakyat Bojonegoro (LSM PIPRB) Kabupaten Bojonegoro menyatakan kesiapannya untuk membuka hasil uji laboratorium terkait proyek pembangunan jalan rigid beton di Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru.
Hasil uji petik core drill yang dilakukan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tersebut rencananya akan dipaparkan langsung dalam forum audiensi bersama Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, beserta instansi terkait.
Ketua LSM PIPRB Bojonegoro, Manan, mengungkapkan bahwa seluruh berkas hasil pengujian fisik sampel beton dari proyek yang didanai melalui Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) APBD Tahun 2025 Kabupaten Bojonegoro tersebut, sudah berada di tangan pihaknya dan telah selesai dianalisa oleh tim ahli.
“Hasil uji laboratorium sampel Rigid Beton BKKD tahun 2025 Desa Sidomukti Kec. Kepohbaru dari ITS Surabaya sudah di tangan kami dan sudah kami analisa, sebagai pintu masuk untuk mengetahui secara kepastian hukum spesifikasi Rigid Beton secara keseluruhan. Apalagi pelaksanaan di desa Sidomukti ini, oleh pemberitaan beberapa media online berkategori baik, Dokumen ini menjadi dasar kuat kami untuk melihat kesesuaian spesifikasi proyek di lapangan,” ujar Manan saat memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu (03/04/2026).
Langkah transparansi ini diambil sebagai bentuk fungsi kontrol masyarakat terhadap realisasi anggaran daerah agar infrastruktur yang dihasilkan memiliki kualitas yang layak dan tahan lama pemanfaatannya.
Manan menambahkan, pihaknya tidak akan menunda-nunda hasil temuan ini dan segera melayangkan surat resmi ke pihak eksekutif agar ruang komunikasi dan klarifikasi bisa segera terbuka.
“Insya Allah pada hari Senin besok kita akan mengirimkan surat permohonan audiensi dengan Bupati dan instansi terkait, tentang kapan hari tepatnya Audiensi tersebut, kami mengikuti jadwal dari mas Bupati” tegas Manan.
LSM PIPRB berharap, audiensi nantinya melahirkan solusi konkret dan evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek infrastruktur, khususnya BKKD yang konsepnya Swakelola dan Pemberdayaan, demi menjaga marwah pembangunan Kabupaten Bojonegoro yang bersih dan akuntabel. (Guh/Red)









