Utama  

Audiensi Buntu, LSM P-MDM Tuding Program Makan Bergizi Gratis Pasuruan Jadi Ajang Manipulatif

PASURUAN _ RADARFAKTA.COM // Aroma tidak sedap dan dugaan kongkalikong mulai menyengat pelaksanaan program nasional kebanggaan pemerintah di daerah. Audiensi panas yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu (AJPB) bersama LSM P-MDM dan Satuan Tugas (Satgas) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Pasuruan pada Senin (22/6/2026), berakhir dengan kekecewaan mendalam dan ketegangan tinggi.

Pertemuan yang digadang-gadang mampu mengurai benang kusut itu justru buntu tanpa hasil. Ketua LSM P-MDM, Gus Ujay, secara terbuka meledak dalam kekecewaan.

Ia menyatakan dengan tegas bahwa audiensi tersebut sama sekali tidak memberikan kepastian hukum maupun sanksi tegas terhadap potensi penyelewengan masif yang diduga dilakukan oleh oknum petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Koordinator Mangkir, Audiensi Dinilai Dagelan, Kemarahan para aktivis dan kuli tinta memuncak dipicu oleh mangkirnya Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Pasuruan, Anisa. Alih-alih menghadapi tuntutan publik, kehadirannya justru hanya diwakili oleh staf.

Akibatnya, semua tuntutan krusial terkait pengawasan ketat dan penindakan pelanggaran mental tanpa jawaban konkret.

”Kami kira adanya Satgas yang dibentuk oleh Pemda Kabupaten Pasuruan bisa memberikan sanksi yang akurat, sehingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini tidak menjadi ajang manipulatif bagi oknum petugas SPPG,” tegas Gus Ujay dengan nada kecewa yang mendalam.

Gus Ujay menilai ketidakhadiran pimpinan kunci ini adalah bukti tidak seriusnya pihak setempat dalam mengawal uang negara dan hak gizi anak-anak.

“Hasil audiensi ini sangat tidak memuaskan bagi kami. Korwil Kabupaten Pasuruan (Anisa) tidak hadir, hanya diwakili oleh wakilnya. Akibatnya, tidak ada jawaban kongkret dan sanksi yang jelas jika terjadi penyelewengan,” cetusnya berapi-api.

Siap Geruduk BGN Pusat, Bongkar Dugaan Sanitasi Buruk dan Borok Anggaran, Tak main-main, mengendus adanya ketidakberesan di lapangan, LSM P-MDM menyatakan perang terhadap praktik asal-asalan.

Mereka bersiap melayangkan gerakan yang lebih besar dan membawa carut-marut ini langsung ke otoritas tertinggi demi menyelamatkan program nasional tersebut.

”Kami akan lanjutkan audiensi dengan BGN langsung di kantor BGN Kabupaten Pasuruan dalam jangka dekat. Ini kami lakukan agar program nasional ini tidak dijadikan ajang kerja asal-asalan dan nepotisme oknum petugas SPPG,” pungkas Gus Ujay dengan nada mengancam.

Bukan tanpa alasan gelombang protes ini meluas secara nasional. Dalam audiensi yang sama, Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu (AJPB) sebelumnya juga menelanjangi habis-habisan kinerja Koordinator SPPG Kabupaten Pasuruan lainnya, Aisyah. AJPB membongkar borok di lapangan, mulai dari kondisi sanitasi yang dinilai buruk dan tidak layak, hingga adanya dugaan kuat penyalahgunaan anggaran di sejumlah titik SPPG.

Sayangnya, hingga ketukan palu pertemuan berakhir, pihak Satgas BGN Kabupaten Pasuruan dinilai ciut nyali. Mereka terkesan blunder dan belum berani memberikan sikap tegas terkait tuntutan pencopotan jabatan maupun sanksi administratif berat yang diteriakkan oleh para pegiat advokasi.

Akankah BGN Pusat turun tangan membersihkan oknum-oknum nakal di Pasuruan, atau justru membiarkan program gizi nasional ini hancur menjadi bancakan? Publik se-Indonesia kini menunggu ketegasan pemerintah!

Penulis: IPUL Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deskripsi gambar