Diduga Rendahkan Profesi Wartawan Terkait Konfirmasi Dana Desa, Sikap Kades Wadang Wiji Siswati Jadi Sorotan publik

BOJONEGORO – Radarfakta.com Etika komunikasi Kepala Desa (Kades) Wadang, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Wiji Siswati, S.Pd., kini menjadi buah bibir. Mantan seorang guru yang kini menjabat sebagai pimpinan desa tersebut dinilai telah menunjukkan sikap yang merendahkan martabat jurnalis saat melakukan fungsi kontrol sosial terkait anggaran negara.

Kejadian ini bermula saat awak media Radarfakta.com pada Selasa 13/01/2026 mengirimkan berita proyek yang dibiayai oleh Dana Desa (DD) ke pesan WhatsApp milik kepala desa wadang.

Alih-alih memberikan penjelasan teknis atau data pendukung yang transparan, Kades Wiji Siswati justru memberikan respons yang dianggap sarat akan sindiran dan meremehkan integritas wartawan.

Respons Sarkastik yang Melukai Etika

dalam pesan yang diterima awak media, Wiji Siswati menuliskan kalimat yang dinilai tidak pantas keluar dari mulut seorang pejabat publik: “Terimakasih sudah diberitakan bapak.. Semoga dapat membantu menjadi rejeki untuk panjenengan dan keluarga,” tulis Kades Wadang Wiji Siswati S.PD melalui pesan singkat pada Selasa 13/01/2026.

Kalimat tersebut dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis. Seolah-olah pemberitaan mengenai temuan proyek Dana Desa hanyalah alat bagi wartawan untuk mencari keuntungan pribadi atau “rezeki”, bukan sebagai upaya transparansi publik.

Ironi Sosok Mantan Pendidik

Banyak pihak menyayangkan sikap tersebut, mengingat Wiji Siswati memiliki latar belakang pendidikan sebagai seorang guru (S.Pd). Sebagai sosok yang pernah mendidik moral generasi bangsa, ia seharusnya lebih memahami etika berkomunikasi dan menghargai fungsi pers yang dilindungi oleh UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Sangat ironis jika seorang mantan guru, yang seharusnya menjadi teladan dalam beretika, justru mengeluarkan kata-kata yang bernada merendahkan kepada pihak yang menjalankan tugas pengawasan,” ujar Agus jurnalis media online di Bojonegoro.

Camat Ngasem dan DPMD Diminta Bertindak Tegas

Tindakan Kades Wadang ini memicu desakan agar instansi terkait segera turun tangan. Masyarakat dan insan pers meminta agar:Camat Ngasem segera memanggil Wiji Siswati untuk diberikan pembinaan terkait etika jabatan dan komunikasi publik.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro melakukan evaluasi dan pembinaan intensif agar perilaku serupa tidak terulang kembali, serta memastikan transparansi proyek Dana Desa di Desa Wadang benar-benar terjaga.

Publik berharap agar setiap pejabat publik di Kabupaten Bojonegoro, termasuk Kepala Desa, dapat lebih dewasa dan profesional dalam menghadapi kritik maupun konfirmasi dari media, demi terciptanya pemerintahan desa yang bersih dan akuntabel. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deskripsi gambar