Opini  

OPINI: Menyoal Gelanggang di Balik Rimbun Desa; Menilik Fenomena Sabung Ayam di Dander

Oleh: Redaksi

BOJONEGORO – Radarfakta.com // Kecamatan Dander, khususnya wilayah Desa Kunci, selama ini dikenal dengan potensi alam dan keramahan masyarakatnya. Namun, di balik ketenangan tersebut, isu mengenai praktik sabung ayam kerap menjadi buah bibir yang meresahkan.

Fenomena ini bukan sekadar persoalan hobi atau hiburan semata, melainkan sebuah penyakit masyarakat yang butuh penanganan serius.Sering kali, para pelaku dalih menggunakan kata “tradisi” atau “sekadar hobi” untuk melegitimasi keberadaan gelanggang sabung ayam.

Namun, ketika uang taruhan mulai berpindah tangan, nilai-nilai luhur desa luntur seketika. Perjudian yang menyertai sabung ayam adalah akar dari berbagai masalah sosial lainnya, mulai dari keretakan rumah tangga hingga meningkatnya angka kriminalitas di lingkungan sekitar.

Di Desa Kunci, kehadiran aktivitas ini menciptakan citra negatif bagi wilayah yang seharusnya menjadi penyangga kedamaian di Kabupaten Bojonegoro. Masyarakat yang tidak terlibat sering kali merasa terganggu oleh kerumunan orang asing yang datang dari luar daerah hanya untuk mengadu nasib di atas penderitaan hewan.

Setidaknya ada tiga dampak krusial yang perlu menjadi perhatian kita bersama:

* Degradasi Moral Generasi Muda: Anak-anak di lingkungan sekitar secara tidak langsung terpapar pada budaya perjudian dan kekerasan terhadap hewan, yang dianggap sebagai hal lumrah.

* Keresahan Warga: Kehadiran orang-orang tak dikenal dalam jumlah besar sering kali menciptakan rasa tidak aman bagi warga asli desa.

* Ketidaktertiban Hukum: Eksistensi gelanggang yang seolah “kebal” dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum setempat.

Kita tidak bisa menutup mata bahwa pemberantasan sabung ayam tidak semudah membalik telapak tangan. Dibutuhkan ketegasan dari aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan preventif dan represif tanpa pandang bulu.

Namun, penindakan hukum saja tidak cukup.Tokoh masyarakat di Desa Kunci dan Kecamatan Dander memegang peranan kunci.

Edukasi tentang dampak buruk perjudian serta pengalihan hobi ke arah yang lebih produktif seperti kontes ayam hias tanpa judi bisa menjadi alternatif solusi, Menjaga marwah Desa Kunci sebagai wilayah yang religius dan tertib adalah tanggung jawab bersama.

Sabung ayam bukanlah budaya yang layak diwariskan. Sudah saatnya gelanggang-gelanggang tersebut ditutup dan digantikan dengan aktivitas yang lebih bermartabat demi masa depan generasi Bojonegoro yang lebih baik.

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deskripsi gambar