SURABAYA_RADARFAKTA.COM // Alarm darurat penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda Kabupaten Bojonegoro direspons cepat oleh jajaran pengurus Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Bojonegoro. Dipimpin langsung oleh Ketua LAN Bojonegoro, Kusprianto, S.T., bersama anggota, mendatangi Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur di Jalan Sukomanunggal No. 55-56, Surabaya, pada Selasa (04/07/2026).
Lawatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan langkah strategis untuk berkonsultasi dan meminta arahan langsung dari BNN Provinsi Jatim.

Langkah tersebut berkaitan dengan rencana besar pembangunan pusat rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba di wilayah Bojonegoro, yang akan direalisasikan bekerja sama dengan Yayasan “Gandul Roso” serta dukungan hibah lahan.
Dalam pertemuan tersebut, Kusprianto menegaskan komitmen lembaganya untuk menghadirkan solusi konkret dalam penanganan korban narkotika, mengingat grafik penyalahgunaan di daerah penghasil migas tersebut terus menunjukkan tren peningkatan.
”Saya hadir di BNNP Jawa Timur ini untuk konsultasi dan meminta arahan dari BNNP karena Insya Allah kita akan membangun tempat rehabilitasi para pengguna narkotika khususnya di wilayah Bojonegoro, karena kita juga sudah menerima hibah tanah untuk pembangunan tempat rehabilitasi,” ungkap Kusprianto.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran fasilitas rehabilitasi lokal sudah sangat mendesak. Selama ini, LAN Kabupaten Bojonegoro bersama para anggotanya secara konsisten turun langsung ke tengah masyarakat guna menggalakkan sosialisasi pencegahan bahaya narkoba.
Namun, upaya preventif tersebut harus disempurnakan dengan langkah kuratif melalui penyediaan pusat rehabilitasi yang memadai.
”Karena pengguna narkoba di wilayah Bojonegoro tiap tahun semakin meningkat, kita yang bekerja di Lembaga Anti Narkotika terus melakukan sosialisasi penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat Bojonegoro,” tambahnya.
Kedatangan rombongan khusus yang terdiri dari Ketua dan anggota LAN Bojonegoro di kantor BNN Provinsi Jawa Timur ini disambut dengan baik oleh perwakilan bidang rehabilitasi, Karin.
Melalui koordinasi awal ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara lembaga non-pemerintah dan instansi negara, sehingga pembangunan pusat rehabilitasi di Bojonegoro dapat berjalan sesuai regulasi medis dan hukum yang berlaku demi menyelamatkan masa depan generasi muda bangsa.
Penulis: Teguh H
Editor: Redaksi













