BOJONEGORO – Radarfakta.com Menutup tirai tahun 2025, Kabupaten Bojonegoro mencatatkan lembaran baru dalam sejarah pemerintahannya. Sejak resmi dilantik pada awal tahun, duet Bupati Setyo Wahono dan wakil Bupati Nurul Azizah telah membawa arah baru bagi kabupaten kaya migas ini. Dengan visi “Bojonegoro Bahagia Makmur dan Membanggakan,” setahun pertama kepemimpinan mereka ditandai dengan akselerasi program yang menyentuh akar rumput.
Berikut adalah rangkuman perjalanan satu tahun pemerintahan Wahono-Nurul dalam Kaleidoskop 2025:
1.100 hari kerja : Fondasi “Bojonegoro bahagia”
Mengawali masa jabatan, Wahono-Nurul langsung tancap gas dengan 23 Program Prioritas. Dalam 100 hari pertama, mereka fokus pada sinkronisasi kebijakan dan efisiensi birokrasi.
• Pembangunan SDM: Masuk dalam jajaran 5 besar Kepala Daerah dengan tingkat kepuasan pembangunan SDM terbaik (77,5% menurut survei The Republic Institute).
• Pendidikan Terintegrasi: Memulai inisiatif percepatan pendidikan kejar paket B dan C serta merancang puluhan sekolah unggulan untuk menghapus kesenjangan kualitas pendidikan desa-kota.
2. Capaian Prestasi Dan Penghargaan
Meski baru seumur jagung, kepemimpinan ini tidak sepi apresiasi. Hingga Desember 2025, duet Wahono-Nurul berhasil memboyong sedikitnya 16 penghargaan di berbagai bidang.
•Tata kelola Pemerintahan : Penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menjadi kunci transparansi publik.
• Pelayanan Desa: Penuntasan pengadaan 419 unit Mobil Siaga Desa sebagai garda terdepan layanan kesehatan dan kedaruratan di tingkat desa.
3. Ekonomi Kerakyatan dan Infrastruktur Pertanian
Di sektor ekonomi, Bojonegoro mulai menggeser ketergantungan pada migas ke sektor yang lebih berkelanjutan.
• Petruk Tani (Pembangunan Infrastruktur Pertanian): Pembangunan jalan usaha tani dan jaringan irigasi menjadi prioritas guna mendukung ketahanan pangan.
• Revitalisasi BUMD & BUMDes: Mendorong badan usaha milik daerah dan desa menjadi motor penggerak ekonomi lokal, termasuk pameran produk unggulan secara rutin.
“Kami tidak ingin hanya membangun fisik, tapi membangun jiwa masyarakat Bojonegoro agar merasa memiliki dan bangga pada daerahnya,” – Bupati Setyo Wahono dalam salah satu pidatonya.
4. Harmoni Sosial dan Keamanan
Menjelang akhir tahun, komitmen terhadap toleransi beragama ditunjukkan melalui kunjungan langsung ke gereja-gereja saat Natal 2025 bersama jajaran Forkopimda. Hal ini memastikan iklim investasi dan sosial di Bojonegoro tetap kondusif.
Proyeksi 2026: Mengoptimalkan APBD Rp7,8 Triliun
Memasuki tahun 2026, tantangan besar menanti dengan target serapan belanja APBD sebesar 80%. Pemerintah fokus pada digitalisasi menyeluruh dan penguatan sektor pariwisata alam (seperti promosi wisata offroad dan geopark).
Langkah Strategis Wahono-Nurul di 2026:
• Implementasi digitalisasi pelayanan publik secara masif.
• Peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi di desa.
• Penguatan jaring pengaman sosial untuk menekan angka kemiskinan ekstrem. (Red)









