BOJONEGORO – Radarfakta com Pelaksanaan proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Pacal Tahap 1 tahun 2025 kini tengah menjadi sorotan tajam. Proyek yang dikerjakan oleh PT Tiara Multi Teknik tersebut menuai keluhan dari warga dan pengguna jalan lantaran sisa material tanah galian yang berceceran di jalan raya.
Kondisi ini terpantau di sepanjang ruas jalan poros utama kecamatan (PUK) Balen–Sugihwaras. Kerusakan pemandangan dan ancaman keselamatan ini terlihat sangat mencolok mulai dari wilayah Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu, hingga merembet ke wilayah Desa Mayangkawis, Kecamatan Balen.
Jalan berdebu dan licin
Ceceran tanah dari armada pengangkut galian tersebut menyebabkan jalanan dipenuhi debu pekat saat cuaca panas, yang sangat mengganggu penglihatan pengendara serta kesehatan pernapasan warga sekitar.
Sebaliknya, saat hujan mengguyur, aspal menjadi sangat licin karena lapisan tanah berubah menjadi lumpur yang membahayakan nyawa pengendara, khususnya roda dua.
“Tanah galiannya jatuh-jatuh ke jalan dan tidak segera dibersihkan. Kalau panas debunya masuk ke warung dan rumah. Kalau gerimis sedikit saja, jalan langsung licin seperti disiram oli,” keluh salah satu warga setempat Selasa 06/01/2026.
Proyek ini merupakan program strategis dengan nilai investasi yang cukup besar. Berikut adalah detail teknis pekerjaan di lapangan:
Nama Pekerjaan: Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Pacal Tahap 1 (Satu)
Tahun Anggaran: 2025 Pelaksana: PT Tiara Multi Teknik sumber Dana: Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)
Nilai Kontrak: Rp57.616.642.864,55 (Lima Puluh Tujuh Miliar Lebih)
Masyarakat menuntut tanggung jawab
Warga menyayangkan kurangnya pengawasan dan langkah antisipasi dari pihak kontraktor. Dengan nilai kontrak mencapai Rp57,6 Miliar, masyarakat menilai seharusnya pihak PT Tiara Multi Teknik mampu menyediakan tim kebersihan jalan atau armada tangki air untuk menyiram jalan secara berkala.
Masyarakat mendesak agar pihak pelaksana segera membersihkan sisa-sisa tanah yang melekat di aspal sebelum memakan korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas.
Hingga berita ini diturunkan, ceceran tanah masih terlihat menghiasi sepanjang jalur Duyungan hingga Mayangkawis tanpa adanya penanganan yang signifikan dari pihak pelaksana.
Sementara itu Edy selaku pelaksana proyek saat di konfirmasi awak media via aplikasi WhatsApp pada Selasa 06/01/2026 belum bisa memberikan keterangan yang jelas.(Guh/Red)













