BOJONEGORO – RADARFAKTA.COM // Jagat media sosial di Bojonegoro tengah dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan genangan air tinggi di salah satu sudut kota, dibarengi dengan rekaman suara Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang sedang menegur keras Kepala Dinas PU Cipta Karya, Satito Hadi.
Dalam rekaman telepon tersebut, Nurul Azizah terdengar kecewa dengan kinerja penanganan drainase yang dinilai belum efektif meski anggaran besar telah dikucurkan.
Dengan nada tegas namun tetap menggunakan bahasa daerah, Nurul mempertanyakan konsep pembangunan trotoar dan drainase yang selama ini dikerjakan. Berikut kutipan pernyataan Nurul dalam video tersebut:
“Assalamualaikum Pak Tito. Waduh Pak Tito, iki piye? Biyen nek bangun konsepnya trotoar ini Pak Bupati ngasih PR bisanya banjir kota bisa tertangani. Masak setiap hujan airnya ngendon (menggenang)?”
“Ayo segera dirapatkan agar banjir segera tertangani. Perintah Pak Bupati seperti itu. Gitu ya Pak Tito,” tegas Nurul dalam sambungan telepon tersebut.
Video yang viral tersebut memperlihatkan genangan air yang cukup tinggi, diperkirakan mencapai lebih dari 10 cm.
Meski lokasi pastinya belum terkonfirmasi secara detail, visual tersebut menunjukkan bahwa sistem drainase tidak mampu menyerap debit air hujan dengan cepat, sehingga air meluap ke badan jalan dan trotoar.
Hal yang membuat publik geram dan video ini semakin viral adalah fakta mengenai besaran anggaran yang telah dialokasikan.
Diketahui, pada APBD 2025, Pemkab Bojonegoro telah menganggarkan dana hingga puluhan miliar rupiah khusus untuk proyek drainase dan penataan kota.
Masyarakat kini mempertanyakan efektivitas proyek tersebut. Beberapa poin yang menjadi sorotan netizen antara lain:
Perencanaan Konsep: Apakah pembangunan trotoar justru menghambat aliran air ke drainase utama?
Realisasi Anggaran: Mengapa anggaran puluhan miliar belum mampu memberikan perubahan signifikan terhadap masalah genangan di area kota?
Koordinasi OPD: Adanya teguran terbuka ini mengindikasikan adanya komunikasi yang sempat tersumbat atau evaluasi kinerja yang mendesak di internal Dinas PU Cipta Karya.
Hingga berita ini diturunkan, Banyak warga berharap agar teguran dari Wakil Bupati tersebut segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan, bukan sekadar rapat koordinasi, mengingat musim penghujan masih berlangsung.
Pihak Dinas PU Cipta Karya sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait teguran lisan yang viral tersebut maupun solusi teknis jangka pendek untuk mengatasi genangan di titik-titik rawan banjir kota. (Guh/Red)













