Utama  

Teror Dering WhatsApp: Oknum Jurnalis di Bojonegoro Diduga Intimidasi Halus Penulis Proyek Pembangunan Daerah

BOJONEGORO_RADARFAKTA.COM // Kebebasan pers dalam mengawal transparansi anggaran dan pembangunan daerah di Kabupaten Bojonegoro kembali tercoreng. Alih-alih bersolidaritas menegakkan independensi, seorang oknum yang mengaku sebagai jurnalis justru diduga melakukan intimidasi secara halus kepada jurnalis lain yang getol menulis laporan investigasi terkait proyek pembangunan daerah, Rabu (12/08/2026).

​Dugaan intimidasi ini bermula ketika korban mempublikasikan serangkaian artikel mendalam mengenai progres dan dugaan kejanggalan pada salah satu proyek strategis fisik di Bojonegoro.

Pemberitaan tersebut dinilai krusial untuk memastikan uang rakyat digunakan secara tepat sasaran.

​Namun, alih-alih mendapatkan ruang klarifikasi atau sanggahan melalui mekanisme hak jawab yang profesional, korban justru menerima sejumlah pesan dan pendekatan bernada menekan dari oknum jurnalis lain.

​“Intimidasi yang dilakukan tidak menggunakan ancaman fisik, melainkan melalui tekanan psikologis, nada meremehkan, hingga mempertanyakan motif peliputan dengan gaya seolah-olah menjadi ‘humas’ pihak tertentu,” ujar salah seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya demi keamanan.

​Tindakan ini sontak memicu keprihatinan di kalangan insan pers lokal Bojonegoro. Sejumlah pihak menilai aksi oknum tersebut telah mencederai marwah profesi jurnalis sebagai pilar keempat demokrasi yang seharusnya melindungi kebebasan informasi, bukan justru bertindak sebagai pembungkam fakta.

Sejumlah organisasi pers di Bojonegoro mendesak agar seluruh awak media tetap teguh memegang teguh kode etik jurnalistik dan tidak gentar menghadapi segala bentuk tekanan, baik nyata maupun dalam bentuk intimidasi halus melalui platform digital. (Riyan/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deskripsi gambar