BOJONEGORO _ RADARFAKTA.COM // Kasus pemanfaatan fasilitas publik berupa Mobil Siaga di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, kian memanas. Pasca mencuat di media massa, seorang warga berinisial Y, yang merupakan ibu dari anak penyandang disabilitas, mengaku mendapatkan intimidasi halus dari oknum perangkat desa setempat. Namun, tudingan tersebut langsung dibantah oleh kepala desa.
Dugaan intimidasi tersebut dinilai datang dari Modin Desa Kalianyar berinisial AH. Menurut pengakuan Y, tekanan psikologis itu disampaikan kepadanya setelah persoalan mobil siaga tersebut ramai diberitakan.
“Katanya itu kesalahan saya mas. ‘Kalau itu naik (pemberitaan meluas), aku tidak bisa bantu selamanya’, begitu kata Pak Modin,” ungkap Y menirukan ucapan AH dengan nada cemas.
Ancaman halus berupa keengganan memberikan bantuan di masa depan ini tentu menyisakan kekhawatiran mendalam bagi Y, mengingat dirinya harus merawat anak Seorang diri dengan kebutuhan khusus yang sangat bergantung pada akses pelayanan publik.
Guna menguji kebenaran informasi tersebut, awak media melakukan konfirmasi langsung kepada Modin Desa Kalianyar, AH, pada Sabtu (27/06/2026).
Sayangnya, saat ditemui, AH tidak memberikan jawaban yang sinkron atau sesuai dengan pertanyaan yang diajukan terkait dugaan intimidasi tersebut.
Merespons polemik yang beredar di masyarakat, Kepala Desa Kalianyar, Ibnu Ismail, segera memberikan keterangan resmi kepada awak media. Pihaknya menegaskan bahwa informasi mengenai adanya intimidasi terhadap warga tersebut tidak benar.
Ibnu mengaku sudah mengklarifikasi langsung hal itu kepada perangkatnya.
“Sudah saya telepon mas Mbah Modin, tidak ada intimidasi,” tegas Ibnu Ismail memberikan klarifikasi tertulis via WhatsApp.
Meski kepala desa telah mengeluarkan bantahan resmi, polemik ini telanjur menyita perhatian publik. Masyarakat berharap fungsi pelayanan di Desa Kalianyar tetap berjalan objektif dan profesional tanpa ada pembalasan atau diskriminasi pelayanan terhadap warga yang kritis menyuarakan haknya.
Penulis: Teguh H
Editor: Redaksi













