Ironi Dana Jumbo: SiLPA Bojonegoro Tembus Rp 3 Triliun, Jalan Brambang – Tlogohaji Masih Bak “Kubangan Kerbau”

Oplus_131072

BOJONEGORO – Radarfakta.com Kabupaten Bojonegoro kembali menjadi sorotan publik. Di tengah kabar Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang diprediksi menembus angka fantastis Rp 3 Triliun pada akhir tahun anggaran 2025, jeritan warga di pelosok desa justru semakin nyaring.

Salah satu yang paling memprihatinkan adalah kondisi jalan poros desa yang menghubungkan Desa Brambang dan Desa Tlogohaji, Kecamatan Sumberrejo.

Kontras Kekayaan Daerah dan Realitas desa

Berdasarkan data Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro, tingginya SiLPA yang mencapai Rp 3 triliun ini memicu tanda tanya besar bagi masyarakat. Anggaran yang seharusnya “berputar” untuk pembangunan justru mengendap di kas daerah.

Sementara itu, infrastruktur dasar di tingkat desa seolah luput dari perhatian.Pantauan di lokasi, ruas jalan Brambang – Tlogohaji saat ini dalam kondisi rusak parah. Lubang-lubang dalam menganga di sepanjang jalan, yang ketika hujan turun, berubah menjadi kubangan air yang licin dan sangat berbahaya bagi pengendara roda dua.

Keluhan Warga “mana pembangunan meratanya?”

Warga setempat mengungkapkan kekecewaannya. Jalan ini merupakan akses utama bagi anak sekolah, petani yang membawa hasil panen, serta mobilitas ekonomi warga antar kecamatan.

“Setiap hari kami harus bertaruh nyawa lewat sini. Kalau dibilang Bojonegoro kaya, uangnya triliunan, kenapa jalan di depan mata kami sendiri rusak bertahun-tahun tidak disentuh? Apa harus viral dulu baru diperbaiki?” ujar salah satu warga yang melintas dengan nada kesal.

Dampak ekonomi dan keselamatan kerusakan jalan ini mengakibatkan:

Hambatan ekonomi: Biaya angkut hasil pertanian membengkak karena kendaraan kesulitan melintas.

Resiko kecelakaan: Sering terjadi kecelakaan tunggal, terutama bagi warga luar desa yang tidak hafal letak lubang saat malam hari.

Kerusakan kendaraan: Onderdil motor dan mobil warga lebih cepat rusak akibat guncangan keras setiap hari.

Desakan kepada pemerintah kabupaten

masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas PU Bina Marga untuk segera mengalokasikan dana dari “gunungan” SiLPA tersebut untuk perbaikan jalan-jalan poros desa yang mendesak.

“Kami tidak butuh angka-angka triliunan di kertas. Kami butuh jalan nglenyer (mulus) sampai ke pelosok, supaya kami merasakan bahwa Bojonegoro memang benar-benar kabupaten kaya yang peduli rakyatnya,” tegas seorang tokoh pemuda asal Desa Tlogohaji.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berharap ada tindakan nyata berupa pengaspalan atau betonisasi, agar akses Brambang – Tlogohaji tidak lagi menjadi jalur “maut” bagi masyarakat Sumberrejo.(Guh/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deskripsi gambar