BOJONEGORO – RADARFAKTA.COM // Ribuan buruh linting Sigaret Kretek Tangan (SKT) Dander menyambut antusias kehadiran Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam agenda peresmian Masjid Nur Khofifah di area perusahaan Koperasi Kareb Bojonegoro, Senin (25/5/2026). Rumah ibadah ini dibangun sebagai penunjang spiritual bagi mayoritas pekerja perempuan di sana.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forkopimda, di antaranya Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni, Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Setya Permadi, Dandim 0813 Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, serta Pengasuh Ponpes Modern Al-Fatimah KH Tamam Saifudin.
Di balik peresmian tersebut, terungkap fakta luar biasa mengenai perjuangan intelektual para buruh linting setempat. Direktur Koperasi Kareb Bojonegoro, Sriyadi Purnomo, membeberkan bahwa lingkungan kerjanya diisi oleh perempuan-perempuan tangguh yang tidak mengabaikan pendidikan.
”Di SKT ini sudah ada yang kuliah S1 dan S2. Untuk S1 ada 5 orang dan S2 ada 8 orang, Ibuk. Paginya mereka ngelinting rokok, sorenya kuliah. Kuliahnya juga difasilitasi di Koperasi Kareb,” ungkap Sriyadi di hadapan Gubernur Khofifah.
Sriyadi menambahkan, penamaan Masjid Nur Khofifah merupakan bentuk penghormatan atas keteladanan dan disiplin spiritual Khofifah yang diharapkan menular kepada para pekerja yang berjuang demi keluarga tersebut.
Mendengar hal itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi yang mendalam, baik terhadap komitmen pendidikan para buruh maupun penyediaan fasilitas ibadah di tengah area produksi oleh pihak manajemen.
”Saya sangat mengapresiasi dibangunnya Masjid Nur Khofifah ini. Keberadaan rumah ibadah di tengah area kerja memiliki makna penting sebagai penyeimbang spiritual. Insya Allah, ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” tutur Khofifah.
Kunjungan kerja ini ditutup dengan momen hangat saat Khofifah mengajak seluruh jajaran pejabat, tamu undangan, dan ribuan buruh linting untuk bersama-sama melantunkan salawat, menggumandangkan suasana religius di pusat industri tersebut. (Guh/Red)













