BOJONEGORO, Radarfakta. miris para pejabat jaman sekarang sudah banyak yang tidak punya rasa malu seperti apa yang dilakukan oleh oknum pegawai dinas cipta karya Bojonegoro Jawa Timur berinisial Z oknum ini menyuruh BG (awak media) untuk menandatangani list kehadiran untuk mendapatkan proyek PL pada hari Kamis 24/07/2025.
Dari keterangan BG kepada awak media Radarfakta pada hari Jumat 08/082025 Diduga ada beberapa awak media yang sudah menandatangani list kehadiran untuk mendapatkan proyek PL (penunjukan langsung) dari dinas cipta karya Bojonegoro Setelah menandatangani list kehadiran Berselang dua Minggu BG (inisial) mempertanyakan kepada oknum cipta karya berinisial Z via WA (WhatsApp) terkait proyek PL tersebut BG di arahkan untuk menemui Kabid kabidnya “Temui kabidnya njih…soale saya sdh nda pegang data…sdh di kasihkan Kabid2” ucapnya.
Saat BG mengkonfirmasi kepada Kabid (kepala bidang) dinas cipta karya salah satu Kabid cipta karya mengarahkan BG untuk menanyakan ke sekdin “langsung ke sekdin mas” ucap salah satu Kabid cipta karya Sudah satu bulan lebih BG mempertanyakan lagi kepada oknum pegawai dinas cipta karya berinisial Z dan oknum tersebut mempersilahkan datang ke kantor cipta karya pada hari Jumat “Langsung pak kadin njih beliau yg punya kebijakan” ungkapnya
Namun apesnya, paket proyek PL yang dijanjikan oknum pegawai dinas cipta karya kepada BG tak kunjung ada hingga hari ini Jumat 08/08/2025. Bahkan WA (WhatsApp) BG di blokir oleh oknum tersebut “sebenarnya saya hanya mempertanyakan apakah betul saya mendapatkan proyek PL dan kejelasan nya bagaimana karena sudah satu bulan lebih tidak ada kejelasan dan saling lempar jawaban” ucap BG kepada awak media Radarfakta.
praktik ini sudah jadi semacam “tradisi baru” di Bojonegoro Ia (BG) bahkan menyebut beberapa kepala dinas kerap menjanjikan paket proyek kepada awak media, namun seringkali hanya dijadikan alat redam agar tidak menulis berita kritis. “Janji manis, ujung-ujungnya PHP (pemberi harapan palsu),” (guh/red)













