Madiun_ Radarfakta.com // Pemerintah bersama jajaran daerah mempercepat penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,atau yang masuk desil satu sampe desil empat,monitoring langsung dilakukan di Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, dengan melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Satgas Pangan, hingga Perum Bulog.
Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P., M.P., menegaskan pentingnya pengawasan agar program bantuan pangan nasional berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Jadi kami ingin memonitor, memastikan bahwa bantuan pangan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat miskin kita itu dapat terealisasi dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Secara nasional, penyaluran bantuan pangan baru mencapai sekitar 12 persen. Sementara di Jawa Timur, realisasinya berada di angka 16 persen. Pemerintah menilai capaian ini masih perlu dipercepat agar target penyelesaian pada akhir April dapat tercapai.
Distribusi bantuan ditegaskan tidak boleh melewati bulan Mei, mengingat pemerintah harus segera masuk ke tahap penyaluran berikutnya.
“Capaian secara nasional kalau tidak salah sekitar 12%. Memang ini yang terus digenjot agar akhir April ini semuanya bisa selesai,” tegasnya.
Program bantuan pangan ini menyasar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Setiap KPM menerima bantuan akumulatif untuk dua bulan sekaligus, yakni Februari dan Maret.
Bantuan yang diberikan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per keluarga. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat berpenghasilan rendah.
Di tingkat daerah, Kabupaten Madiun mencatat capaian yang cukup menggembirakan. Hingga saat ini, realisasi penyaluran telah mencapai 77 persen atau setara dengan 1.600 ton beras.
Penyaluran di Desa Buduran mencakup 557 KPM, dengan distribusi 11.140 kilogram beras dan 2.228 liter minyak goreng. Sementara di Kecamatan Wonoasri, jumlah penerima mencapai 5.808 KPM.
Secara keseluruhan, Kabupaten Madiun menargetkan lebih dari 110 ribu penerima manfaat, dengan total distribusi minyak goreng mencapai 440.496 liter.
Pihak Bulog optimistis seluruh proses penyaluran dapat diselesaikan tepat waktu.
“Insyaallah minggu depan atau tanggal 23 penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Madiun akan selesai, ungkap Kabulog Madiun Agung sarianto
Percepatan distribusi dilakukan melalui koordinasi intensif antara pemerintah daerah hingga tingkat desa. Tim lapangan disiagakan penuh untuk memastikan proses berjalan tanpa hambatan.
Selain itu, fleksibilitas jadwal menjadi kunci dalam menyesuaikan dengan kondisi dan kegiatan masyarakat di tingkat desa.
“Memperkuat tim yang di lapangan, jadi kapan pun kita menyalurkan, tim di lapangan selalu ready dan siap,” jelasnya.
Meski secara umum berjalan lancar, terdapat kendala minor terkait kenaikan harga plastik yang berdampak pada pengadaan karung Bulog. Namun demikian, pemerintah memastikan hal tersebut tidak akan menghambat distribusi bantuan.
“Karena ini program pemerintah, semua pengeluaran Bulog diganti oleh negara, jadi tidak ada persoalan dengan itu,” tegasnya.
Penyaluran bantuan pangan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga terlihat antusias karena bantuan dinilai sangat membantu kebutuhan sehari-hari.
Peran aktif pemerintah desa dan perangkat daerah juga menjadi faktor penting dalam menjaga ketertiban dan ketepatan sasaran distribusi bantuan.(MT/RED)













