BOJONEGORO – RADARFAKTA.COM // Jagat media sosial di Bojonegoro belakangan ini dihebohkan oleh foto dan video yang memperlihatkan ambrolnya plafon di gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ngraho, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro.
Menanggapi viralnya kejadian tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat Perkumpulan Independen Peduli Rakyat Bojonegoro (LSM PIPRB) mengambil sikap tegas.
LSM PIPRB menyatakan tidak akan tinggal diam melihat fasilitas publik yang baru atau sedang digunakan mengalami kerusakan fatal yang berpotensi membahayakan keselamatan pasien dan tenaga medis.
Sebagai bentuk tindak lanjut, lembaga ini berencana mengirimkan surat resmi kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Timur.
Surat tersebut berisi permohonan agar BPK RI segera turun tangan melakukan audit investigatif menyeluruh terhadap proyek pembangunan atau rehabilitasi gedung Puskesmas Ngraho tersebut.
“Kami dari LSM PIPRB sedang mempersiapkan berkas dan dalam waktu dekat akan melayangkan surat permohonan audit investigatif ke BPK RI Jawa Timur. Kami ingin ada transparansi dan pemeriksaan mendalam terkait spesifikasi bangunan dan realisasi anggaran proyek tersebut, dan surat akan kami tembuskan ke Polda Jatim, Kejati Jatim, dan BPKP Jatim” ujar Manan ketua LSM PIPRB Senin 01/06/2026.
Langkah ini diambil karena adanya kekhawatiran dari masyarakat mengenai kualitas pengerjaan proyek fisik yang didanai oleh uang rakyat tersebut.
LSM PIPRB menilai, audit investigatif sangat diperlukan untuk mengetahui apakah ada indikasi kegagalan konstruksi atau ketidaksesuaian spesifikasi (bestek) dalam pelaksanaannya.
Hingga berita ini diturunkan, ambrolnya plafon Puskesmas Ngraho masih menjadi buah bibir warga dan netizen di Bojonegoro. Publik kini menanti bagaimana respons dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro maupun pihak kontraktor terkait insiden yang mencoreng fasilitas pelayanan kesehatan ini. (Guh/Red)













