Utama  

Skandal PAW Desa Wotan: Peraih Nilai Tertinggi Mundur, Camat Sumberejo Memilih Bungkam di Tengah Isu ‘Permainan Licik’ Mantan Napi

BOJONEGORO _ RADARFAKTA.COM // Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) di Desa Wotan, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro, mendadak diguncang isu miring dan gelombang protes dari masyarakat.

Hal ini dipicu oleh keputusan mengejutkan dari Satria Ike Intan Kumala, calon yang memegang nilai tertinggi dalam seleksi, yang secara tiba-tiba menyatakan mundur dari bursa pencalonan.

Keputusan mundurnya Satria Ike, yang sebelumnya berhasil mengantongi nilai tertinggi sebesar 70,5, langsung memantik reaksi keras dari jagat maya.

Berbagai platform media sosial, khususnya Facebook, dibanjiri komentar miring dari netizen Bojonegoro yang mencium adanya kejanggalan dan tekanan di balik layar.

Pantauan media pada Sabtu (06/06/2026), salah satu reaksi paling menohok datang dari akun Facebook @Jono jenggot.

Dalam komentarnya yang viral dan memicu perdebatan hangat, ia secara gamblang menuding adanya intervensi dari aktor masa lalu yang mencoba mengendalikan jalannya sirkulasi kepemimpinan di Desa Wotan.

“Permainan licik tingkat tinggi yang dimainkan seorang mantan napi yang ingin menjabat kades dengan menjatuhkan calon lain yang mendapatkan dukungan rakyat, dan itu sudah di aturan oleh mantan napi,” ungkap akun @Jono jenggot dalam sebuah unggahan Sabtu (06/06/2026).

Tudingan miring ini bak menyiram bensin ke dalam api. Publik kini mempertanyakan integritas dan transparansi panitia serta pengawas Pilkades PAW Desa Wotan.

Bagaimana mungkin seorang calon potensial yang secara objektif unggul dalam penilaian akademis atau administratif, justru memilih mundur di tengah jalan tanpa alasan yang rasional bagi publik?

Sayangnya, kegaduhan dan tudingan miring yang telanjur menggelinding liar di tengah masyarakat ini belum mendapatkan respons tegas dari pemangku wilayah.

Camat Sumberejo, Bayudono Margajelita, S.STP., saat dimintai tanggapan oleh awak media pada Sabtu 06/06/2026 terkait mundurnya calon peraih nilai tertinggi serta isu “permainan licik” tersebut, hingga kini belum memberikan keterangan resmi.

Sikap irit bicara dari orang nomor satu di Kecamatan Sumberejo ini justru kian memperpanjang teka-teki dan spekulasi di kalangan warga.

Masyarakat Desa Wotan dan pegiat transparansi di Bojonegoro kini mendesak pihak kecamatan serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro untuk tidak menutup mata.

Jika dugaan intervensi dan tekanan ini benar terjadi, maka proses demokrasi di Desa Wotan telah dikebiri demi memuluskan syahwat politik pihak tertentu. (Guh/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deskripsi gambar