BOJONEGORO _ RADARFAKTA.COM // Kualitas pengerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Bojonegoro kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, proyek pembangunan jalan rigid beton (cor) lingkungan di Gang Tanggul, RT 19 RW 003, Desa Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro Kota, ditemukan dalam kondisi memprihatinkan meski baru selesai dikerjakan beberapa bulan lalu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, proyek jalan cor tersebut diduga dikerjakan asal-asalan. Pasalnya, fisik jalan beton tersebut sebagai tidak memiliki cutting (potongan pemisah muai-susut beton).
Akibat ketiadaan cutting tersebut, di beberapa titik jalan kini telah muncul retakan memanjang yang cukup parah serta permukaan semen yang mulai mengelupas.
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari masyarakat setempat. Salah seorang warga Desa Banjarejo yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan daya tahan proyek yang dinilai sangat rendah tersebut.
“Ini proyek baru kemarin bulan 12 (Desember 2025), tapi sekarang kondisinya sudah retak-retak dan mengelupas seperti ini. Kualitasnya bagaimana?” cetus warga dengan nada kecewa kepada awak media.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Bojonegoro, proyek jalan lingkungan ini dikerjakan oleh CV Bangun Karta Persada yang beralamat di Dusun Betek RT 025 RW 006, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro. Nilai kontrak atau harga terkoreksi untuk proyek ini mencapai Rp 479.810.546,50 angka yang fantastis untuk skala jalan lingkungan desa.
Guna keberimbangan berita, awak media mencoba meminta konfirmasi kepada pihak dinas terkait.
Namun, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, Satito Hadi, S.T., saat dikonfirmasi pada Selasa (09/06/2026), belum memberikan keterangan resmi terkait temuan kerusakan dan realisasi proyek di bawah naungannya tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak pihak Inspektorat maupun dinas terkait untuk segera turun ke lapangan guna mengecek fisik bangunan, serta meminta pihak kontraktor bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang terjadi sebelum kerugian negara semakin membengkak.
Penulis: Teguh H (awpi)
Editor: Redaksi













