Novita Hardini Ketua TPPKK Trenggalek Ikuti Prosesi Kirab Pusaka

Trenggalek, Radar Fakta – Ribuan masyarakat memadati sejumlah ruas jalan di Kabupaten Trenggalek untuk menyaksikan kirab pusaka dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek, Senin (31/8/2026).

Kirab tersebut tidak hanya menjadi rangkaian peringatan hari jadi, tetapi juga menjadi momentum pelestarian tradisi dan budaya daerah. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang berdiri di sepanjang jalur kirab untuk menyaksikan langsung prosesi pengarakkan pusaka daerah.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek sekaligus Anggota DPR RI Dapil VII Jawa Timur, Novita Hardini, SE., ME., turut mengikuti rangkaian kirab tersebut. Di tengah kerumunan warga, Novita menyapa masyarakat yang sejak pagi memadati jalur yang dilalui rombongan kirab.

Menurut Novita, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa tradisi dan sejarah Kabupaten Trenggalek masih memiliki tempat penting di tengah masyarakat. Ia berharap momentum tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu membangkitkan semangat masyarakat untuk menatap masa depan daerah.

“Alhamdulillah, ini kali pertama kita kembali lagi melaksanakan adat untuk bisa berkeliling menyapa masyarakat. Karena tahun lalu akibat situasi dan kondisi, saya terbatas untuk menyapa warga seperti biasanya,” ujar Novita saat berada di tengah masyarakat.

Ia menilai antusiasme warga dalam menyaksikan kirab pusaka menjadi energi positif bagi Kabupaten Trenggalek.

“Antusias warga luar biasa. Harapan saya, ini bisa membawa semangat seluruh masyarakat Trenggalek untuk bisa menyongsong masa depan yang lebih baik untuk Kabupaten Trenggalek,” imbuhnya.

Novita juga menekankan bahwa rangkaian Hari Jadi Kabupaten Trenggalek memiliki dimensi budaya dan spiritual bagi masyarakat. Menurutnya, prosesi tersebut tidak semata-mata dimaknai sebagai perayaan tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk memanjatkan doa bagi keselamatan dan kemajuan daerah.

“Yang paling penting, prosesi ini tidak hanya perayaan, tetapi sebuah ritual, sebuah langkah spiritual untuk bisa membawa doa-doa menyelamatkan Trenggalek dari marabahaya, bencana, kekeringan dan kemiskinan,” tuturnya.

Ia berharap peringatan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.

“Kami berharap Hari Jadi 832 Trenggalek ini dimudahkan oleh Allah SWT untuk bisa mencapai Kabupaten Trenggalek yang sentosa, sejahtera dan abadi,” pungkasnya.

Sebelum kirab dilaksanakan, rangkaian prosesi adat telah dimulai dua hari sebelumnya. Pusaka Kabupaten Trenggalek dan pusaka milik Bupati Trenggalek terlebih dahulu menjalani prosesi penjamasan atau penyucian sebagai bagian dari tradisi menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.

Setelah penjamasan, kedua pusaka tersebut kemudian menjalani prosesi bedol pusaka menuju dua lokasi yang memiliki keterkaitan dengan sejarah berdirinya Kabupaten Trenggalek.

Pusaka Kabupaten Trenggalek dibawa menuju Balai Desa Kamulan, Kecamatan Durenan. Lokasi tersebut memiliki nilai historis karena menjadi tempat keberadaan Prasasti Kamulan, yang selama ini menjadi salah satu penanda penting dalam sejarah Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.

Sementara itu, pusaka milik Bupati Trenggalek diboyong menuju Balai Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak. Dari lokasi tersebut, pusaka kemudian kembali diboyong menuju Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Rangkaian penjamasan, bedol pusaka hingga kirab tersebut menjadi bagian dari tradisi Hari Jadi Kabupaten Trenggalek yang menggabungkan unsur sejarah, budaya dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

Di tengah perkembangan zaman, prosesi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali sejarah daerahnya. Ribuan warga yang memadati rute kirab menjadi gambaran bahwa peringatan Hari Jadi tidak hanya berlangsung di lingkungan pemerintahan, tetapi juga melibatkan masyarakat secara langsung.

Momentum Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek akhirnya tidak sekadar menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menjadi pengingat terhadap perjalanan panjang daerah, sekaligus ruang untuk membangun semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.(tier)

Deskripsi gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deskripsi gambar