Wabup Syah Pimpin Ulang Janji Tri Satya dan Dwi Darma Jelang Apel Besar Hari Pramuka di Trenggalek

TRENGGALEK, RADARFAKTA – Komitmen Gerakan Pramuka Kabupaten Trenggalek untuk terus memperkuat pengabdian kepada masyarakat kembali ditegaskan melalui prosesi Ulang Janji Tri Satya dan Dwi Darma yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Minggu (13/9/2026).

Prosesi tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara yang sekaligus menjabat Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Trenggalek. Ulang Janji menjadi salah satu rangkaian menjelang pelaksanaan Apel Besar Hari Pramuka Kabupaten Trenggalek yang dijadwalkan berlangsung di Alun-Alun Trenggalek, Senin (14/9/2026).

Ulang Janji Tri Satya dan Dwi Darma tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan seremonial dalam rangka memperingati Hari Pramuka. Prosesi tersebut menjadi momentum refleksi bagi seluruh anggota Gerakan Pramuka untuk kembali mengingat nilai, janji, serta tanggung jawab yang melekat dalam setiap anggota Pramuka.

Melalui pengucapan kembali Tri Satya dan Dwi Darma, anggota Pramuka diajak untuk melihat kembali sejauh mana nilai-nilai kepramukaan telah diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Komitmen tersebut tidak berhenti pada lingkungan organisasi, tetapi juga menyentuh aspek pengabdian kepada keluarga, lingkungan, masyarakat, bangsa, dan negara.

Syah Mohamad Natanegara mengatakan, Ulang Janji menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat pengabdian seluruh jajaran Gerakan Pramuka, mulai dari Kwartir Cabang, Kwartir Ranting hingga Gugus Depan.

“Hari ini kita ulang janji Tri Satya dan Dwi Darma oleh anggota Pramuka di Kwartir Cabang, Kwartir Ranting dan juga tingkat Gugus Depan. Semoga dengan ulang janji ini dukungan dan pengabdian Gerakan Pramuka tetap bisa terus dilakukan,” ujar Syah.

Menurutnya, eksistensi Gerakan Pramuka tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang digelar. Lebih dari itu, keberadaan Pramuka harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kegiatan sosial, pendidikan karakter, kepedulian lingkungan, peningkatan kapasitas generasi muda, hingga keterlibatan dalam berbagai persoalan sosial yang berkembang di daerah.

Karena itu, momentum Ulang Janji diharapkan tidak berhenti setelah prosesi selesai. Nilai yang diucapkan kembali harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari dan kegiatan kepramukaan.

Dalam kesempatan tersebut, Syah juga memberikan apresiasi kepada jajaran Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Trenggalek atas konsistensinya dalam menyelenggarakan kegiatan kepramukaan.

Kwarcab Trenggalek kembali mendapatkan penghargaan sebagai penyelenggara Perkemahan Wirakarya selama enam tahun berturut-turut. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti konsistensi sekaligus komitmen jajaran Pramuka Trenggalek dalam mengembangkan kegiatan yang berorientasi pada pengabdian dan pembentukan karakter generasi muda.

“Selamat kepada Kwarcab Trenggalek atas penghargaan enam tahun berturut-turut sebagai penyelenggara Perkemahan Wirakarya,” kata Syah.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi tantangan agar kualitas kegiatan kepramukaan di Kabupaten Trenggalek terus ditingkatkan. Terlebih, Perkemahan Wirakarya memiliki semangat pengabdian yang sejalan dengan nilai dasar Gerakan Pramuka, yakni membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan organisasi, tetapi juga memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat.

Konsistensi selama enam tahun tersebut diharapkan menjadi modal untuk memperluas kontribusi Pramuka. Kegiatan kepramukaan harus mampu menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar bekerja sama, membangun kepemimpinan, memiliki rasa tanggung jawab, serta berani mengambil peran dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.

Selain Ulang Janji Tri Satya dan Dwi Darma, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting dengan diluncurkannya Rintisan Satuan Karya (Saka) Antinarkoba di Kabupaten Trenggalek.

Pembentukan Saka Antinarkoba menjadi langkah baru Gerakan Pramuka Trenggalek dalam memperluas peran organisasi di bidang pencegahan penyalahgunaan narkotika dan zat psikotropika.

Keberadaan Saka tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi anggota Pramuka untuk mendapatkan pengetahuan sekaligus mengambil bagian dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Langkah tersebut dinilai penting karena ancaman narkoba tidak hanya berkaitan dengan persoalan hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda. Karena itu, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan seperti Gerakan Pramuka.

Dengan jaringan organisasi yang menjangkau Kwartir Cabang, Kwartir Ranting hingga Gugus Depan, Gerakan Pramuka memiliki ruang yang cukup luas untuk memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai bahaya narkoba.

Syah Mohamad Natanegara berharap Saka Antinarkoba yang masih berada pada tahap rintisan tersebut dapat segera berkembang dan menjalankan perannya secara maksimal.

“Meskipun baru, diharapkan kiprah Saka ini bisa berjalan maksimal. Kita berharap ada sinergi dan kerja sama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba serta zat psikotropika di Kabupaten Trenggalek,” ungkapnya.

Menurutnya, pencegahan narkoba membutuhkan pendekatan yang dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi kepada generasi muda harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan lingkungan pendidikan, keluarga, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam konteks tersebut, Saka Antinarkoba diharapkan tidak hanya menjadi wadah kegiatan internal Pramuka. Ke depan, keberadaannya dapat diarahkan untuk mendukung berbagai kegiatan edukasi, kampanye pencegahan, penyebarluasan informasi mengenai bahaya narkoba, serta membangun kesadaran generasi muda agar mampu menjauhi penyalahgunaan narkotika dan zat psikotropika.

Secara nasional, Hari Pramuka diperingati setiap 14 Agustus. Namun, pelaksanaan Apel Besar Hari Pramuka di Kabupaten Trenggalek tahun 2026 dijadwalkan pada Senin, 14 September 2026.

Perbedaan waktu pelaksanaan tersebut tidak mengurangi substansi peringatan. Justru, rangkaian kegiatan di Trenggalek menjadi momentum untuk kembali memperkuat semangat kebersamaan, pendidikan karakter, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ulang Janji yang digelar sehari sebelum Apel Besar menjadi penanda bahwa peringatan Hari Pramuka tidak sekadar berkaitan dengan seremoni tahunan. Ada tanggung jawab yang harus terus dijalankan setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

Melalui pengucapan kembali Tri Satya dan Dwi Darma, seluruh anggota Pramuka diingatkan bahwa nilai kepramukaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Sementara peluncuran Rintisan Saka Antinarkoba menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka Kabupaten Trenggalek berupaya menyesuaikan perannya dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Dengan dua momentum tersebut, yakni penguatan kembali janji dan komitmen anggota serta lahirnya wadah khusus untuk mendukung pencegahan narkoba, Gerakan Pramuka Trenggalek diharapkan semakin aktif mengambil bagian dalam pembangunan sumber daya manusia dan kehidupan sosial masyarakat.

Semangat tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjadikan Pramuka bukan sekadar organisasi pendidikan nonformal bagi generasi muda, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu hadir, bergerak, dan memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Trenggalek.(TIER)

Deskripsi gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deskripsi gambar