TULUNGAGUNG, RADARFAKTA – Tiga tahun perjalanan Sahabat Grab Community (SGC) Tulungagung menjadi momentum untuk memperkuat peran komunitas driver transportasi daring dalam mendukung aktivitas sosial dan perekonomian daerah.
Hal tersebut mengemuka dalam peringatan HUT ke-3 SGC Tulungagung yang digelar di Wina Joglo, Tulungagung, Rabu (9/9/2026). Kegiatan mengusung tema “Solid, Grow, Commitment untuk Tulungagung Hebat.”
Acara tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Kadin Tulungagung, Dekopinda Tulungagung, serta sejumlah unsur dan mitra lainnya.

Kehadiran pemerintah daerah dan berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa keberadaan komunitas driver daring tidak hanya berkaitan dengan layanan transportasi, tetapi juga memiliki posisi dalam menjaga hubungan sosial, ketertiban, serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Selama tiga tahun berdiri, SGC Tulungagung kini memiliki sekitar 160 driver. Jumlah tersebut menjadi modal sosial bagi komunitas karena para anggota berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari dan memiliki mobilitas tinggi di berbagai wilayah Tulungagung.
Ketua SGC Tulungagung, Budi Novianto, mengatakan keberadaan transportasi daring mempunyai keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurutnya, driver tidak sekadar menjalankan fungsi mengantarkan penumpang dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Aktivitas mereka juga bersinggungan dengan distribusi barang, promosi usaha, hingga mobilitas konsumen.
“Transportasi bukan hanya sarana untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga bagian penting dalam menggerakkan roda ekonomi, khususnya UMKM,” ujarnya.
SGC Tulungagung, lanjut Budi, juga membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Sinergi tersebut diarahkan pada sejumlah sektor yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat, di antaranya pariwisata, kebudayaan, dan pengembangan UMKM.
Dalam sektor pariwisata, para driver dinilai memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan wisatawan maupun pendatang dari luar daerah. Driver dapat menjadi penghubung sekaligus memberikan informasi mengenai destinasi wisata, tempat kuliner, maupun potensi lokal yang ada di Tulungagung.
Sementara dalam penguatan UMKM, keberadaan sekitar 160 anggota SGC dapat menjadi jaringan yang membantu mengenalkan produk lokal kepada masyarakat. Peran tersebut dapat dilakukan melalui pembelian, promosi maupun membantu distribusi produk usaha masyarakat.
Tidak hanya berbicara mengenai ekonomi, SGC juga menempatkan aspek keselamatan dan ketertiban lalu lintas sebagai bagian dari tanggung jawab komunitas.
Para anggota didorong untuk mematuhi aturan berkendara, tidak menggunakan kendaraan secara ugal-ugalan, memastikan kelengkapan administrasi kendaraan, serta memenuhi kewajiban pembayaran pajak kendaraan bermotor.
“Kami siap menjadi garda terdepan dalam tertib berlalu lintas. Tertib di jalan dan tertib administrasi adalah bentuk nyata pengabdian kami bagi Kabupaten Tulungagung,” tegas Budi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antar-komunitas pengemudi ojek online. Perbedaan wadah organisasi maupun komunitas, menurutnya, tidak semestinya menjadi alasan munculnya gesekan di lapangan.
Sebaliknya, solidaritas dan komunikasi antarkomunitas perlu diperkuat agar seluruh driver dapat bersama-sama memberikan pelayanan yang aman dan nyaman kepada masyarakat.
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin memberikan apresiasi terhadap kontribusi komunitas driver daring dalam mendukung aktivitas masyarakat.
Menurutnya, keberadaan driver transportasi daring turut membantu mobilitas warga, mendukung ketertiban lalu lintas, sekaligus memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi daerah.
“Saya dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan terima kasih atas kontribusi panjenengan semuanya dalam rangka menciptakan Tulungagung yang aman, damai, dan hidup ekonominya,” kata Ahmad Baharudin.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak mungkin hanya bertumpu pada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, komunitas, dunia usaha, aparat, serta berbagai kelompok lainnya agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ahmad Baharudin juga mengaitkan stabilitas daerah dengan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, suasana yang aman dan kondusif akan memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas usaha.
“Kalau situasinya kondusif, Tulungagung otomatis ekonominya akan bergerak. Kalau banyak kegiatan dan transaksi, otomatis usaha apapun akan lancar,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Baharudin juga mendorong anggota SGC mengambil peran positif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Tulungagung.
Mobilitas driver yang tinggi membuat mereka memiliki kesempatan untuk menjadi salah satu sumber informasi bagi pendatang mengenai berbagai lokasi wisata, kuliner, maupun aktivitas yang dapat dinikmati selama berada di Tulungagung.
Menurutnya, pengalaman positif wisatawan selama berada di daerah akan turut memberikan efek terhadap perekonomian lokal.
“Kalau kita ciptakan hal seperti itu, orang luar kota datang ke Tulungagung akan puas. Akhirnya wisatawan datang, otomatis ekonomi dan profesi kita akan bergerak,” ujarnya.
Selain itu, Ahmad Baharudin meminta komunitas tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan kepada pemerintah maupun organisasi perangkat daerah terkait.
Menurutnya, masukan dari masyarakat dan komunitas dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam memperbaiki pelayanan publik, sepanjang disampaikan melalui komunikasi yang baik dan konstruktif.
“Pemerintah merasa terbantu dengan adanya panjenengan. Panjenengan juga merasa terbantu dengan pemerintah yang melaksanakan tugasnya dengan baik. Mari kita benahi dan bangun Tulungagung bersama-sama,” tuturnya.
Peringatan HUT ke-3 SGC Tulungagung akhirnya tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia komunitas. Momentum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas internal sekaligus memperluas sinergi dengan pemerintah, aparat, pelaku usaha, dan masyarakat.
Melalui semangat Solid, Grow, Commitment, SGC Tulungagung menegaskan komitmennya untuk menjaga kekompakan anggota, meningkatkan kualitas komunitas, serta memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi masyarakat dan kemajuan Kabupaten Tulungagung.













