Trenggalek, Radar Fakta – Pemerintah Kabupaten Trenggalek memperpanjang masa penugasan ST. Triadi Admono sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Trenggalek terhitung mulai 1 Oktober 2026.
Perpanjangan masa jabatan tersebut menjadi momentum bagi Triadi untuk memastikan pelaksanaan program pemerintahan dan pembangunan daerah yang telah direncanakan dalam APBD 2026 dapat berjalan secara optimal. Dengan waktu efektif hingga penghujung tahun yang tinggal sekitar dua hingga tiga bulan, percepatan pelaksanaan program menjadi salah satu perhatian utama.
Hal tersebut disampaikan Triadi Admono usai memimpin langsung upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek, Kamis (1/10/2026).
Triadi menegaskan, waktu yang tersisa hingga akhir tahun harus dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, berbagai program yang telah disusun dan dianggarkan sejak awal tahun tidak cukup hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi perlu dikawal agar pelaksanaannya sesuai target dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Sekarang tinggal waktu efektif dua sampai tiga bulan. Tentunya harus kita lakukan pengoptimalan dan pengecekan, termasuk infrastruktur dan sebagainya,” ujar Triadi.
Menurutnya, salah satu sektor yang perlu mendapatkan perhatian adalah pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. Infrastruktur menjadi bagian penting karena dampaknya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, baik berkaitan dengan akses jalan, fasilitas pelayanan publik maupun berbagai sarana pendukung aktivitas masyarakat.
Karena itu, Triadi menyebut pengawasan dan pengecekan terhadap pelaksanaan program perlu dilakukan secara lebih intensif. Terutama terhadap kegiatan yang menjadi skala prioritas pemerintah daerah dan telah masuk dalam perencanaan APBD Tahun Anggaran 2026.
“Khususnya infrastruktur, karena ini skala prioritas yang saat ini betul-betul ingin dirasakan oleh masyarakat Trenggalek,” tegasnya.
Dalam menjalankan tugas sebagai Pj Sekda, Triadi mengatakan dirinya memiliki tanggung jawab untuk memastikan koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berjalan efektif. Sekda, kata dia, harus mampu menjadi pengarah sekaligus penghubung agar program masing-masing perangkat daerah dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran Trenggalek tersebut menyebut dirinya akan berupaya menjalankan amanah yang diberikan pimpinan dengan sebaik-baiknya.
“Tentunya ini sebagai tugas yang kami emban. Sebagai amanah, tentu kami harus bisa melaksanakan sebagaimana arahan pimpinan,” kata Triadi.
Ia menambahkan, dirinya bersama jajaran Pemkab Trenggalek harus mampu memaksimalkan peran koordinasi terhadap seluruh OPD. Selain memastikan program berjalan, komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga dinilai penting agar tidak terjadi hambatan dalam pelaksanaan program pemerintah daerah.
“Kami juga harus bekerja, memaksimalkan sebagai dirigen para OPD. Serta memfasilitasi bagaimana mengkomunikasikan dengan para pemangku kepentingan yang lain,” imbuhnya.
Perpanjangan masa jabatan sebagai Pj Sekda Trenggalek di tengah memasuki penghujung tahun anggaran 2026 membuat fokus pekerjaan diarahkan pada optimalisasi pelaksanaan program yang telah dipersiapkan sejak awal tahun.
Triadi menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan membuat agenda baru yang keluar dari perencanaan yang telah ditetapkan. Sebaliknya, program-program yang sudah dipersiapkan sejak awal 2026 akan dikawal agar dapat dilaksanakan secara maksimal sesuai ketentuan dan target yang telah ditetapkan.
“Program-program yang telah dipersiapkan mulai awal tahun 2026 tentunya sekarang tinggal bagaimana kita optimalkan pelaksanaannya,” jelasnya.
Ia menilai waktu dua hingga tiga bulan merupakan periode yang cukup penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi sekaligus memastikan kegiatan yang telah direncanakan benar-benar berjalan.
Pengecekan terhadap progres kegiatan, terutama yang berkaitan dengan pembangunan fisik dan infrastruktur, akan menjadi bagian dari upaya memastikan anggaran daerah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sekarang tinggal waktu efektif dua sampai tiga bulan. Tentunya harus kita lakukan pengoptimalan dan pengecekan, termasuk infrastruktur dan sebagainya,” ungkapnya.
Triadi menegaskan, seluruh perangkat daerah perlu bergerak secara terkoordinasi agar sisa waktu pelaksanaan APBD 2026 tidak terbuang. Koordinasi tersebut sekaligus untuk mengidentifikasi program yang masih menghadapi kendala sehingga dapat segera dicarikan solusi sesuai kewenangan masing-masing.
Dengan diperpanjangnya masa penugasan sebagai Pj Sekda, Triadi memastikan dirinya akan menjalankan tugas tersebut sebagai amanah dengan tetap berpedoman pada arahan pimpinan dan ketentuan yang berlaku.
Fokus utama dalam waktu yang tersisa, kata dia, adalah memastikan program prioritas pemerintah daerah dapat berjalan optimal dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Trenggalek.
“Ini yang harus kita maksimalkan, karena yang paling penting bagaimana program yang sudah direncanakan dapat memberikan manfaat dan dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.(TIER)













