BOJONEGORO_RADARFAKTA.COM // Proyek penyediaan air minum dan sanitasi yang digadang-gadang menjadi solusi kebutuhan air bersih di Desa Grebegan, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, justru dikeluhkan oleh warga setempat. Pasalnya, bekas galian proyek yang bersumber dari dana Bantuan Keuangan Provinsi tersebut mangkrak dan dibiarkan terbengkalai tanpa penanganan lanjutan selama hampir tiga pekan.
Salah seorang warga setempat saat dikonfirmasi awak media pada Sabtu (03/10/2026) mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi tersebut.
Menurutnya, lubang bekas galian yang berada di area permukiman atau fasilitas umum itu sangat mengganggu aktivitas dan berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak.
”Ini bekas galian proyek PDAM, Mas. Sudah tiga minggu berhenti total dan dibiarkan begitu saja,” ujar warga tersebut dengan nada menyayangkan.
Menanggapi keluhan masyarakat, Sam Suhadak Kepala Desa Grebegan saat dikonfirmasi memberikan penjelasan terkait status proyek tersebut. Ia membenarkan bahwa galian tersebut merupakan bagian dari proyek jaringan air bersih yang dibiayai oleh anggaran tingkat provinsi.
Menurut Kades Grebegan, penghentian pekerjaan terpaksa dilakukan karena kendala teknis di lapangan, yakni sulitnya menemukan sumber air yang layak setelah dilakukan pengeboran di beberapa titik.
”Itu benar, Mas, proyek PDAM anggaran dari provinsi. Sudah dicari titik airnya sampai dua kali, tapi tidak ada sumbernya. Terpaksa pekerjaannya dihentikan,” ungkap Kepala Desa Grebegan memberikan klarifikasi.
Kendati demikian, mangkraknya proyek tanpa adanya pemulihan atau penutupan lubang bekas galian (rekondisi) memicu tanda tanya serta keresahan dari warga sekitar.
Warga berharap pihak pemerintah desa maupun pelaksana proyek segera turun tangan untuk merapikan kembali bekas galian tersebut agar tidak menimbulkan dampak buruk atau kecelakaan bagi pengguna jalan dan warga setempat.
Penulis: Teguh Hariyanto
Editor: Redaksi













