BOJONEGORO_RADARFAKTA.COM // Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menggelar upacara puncak peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 yang dirangkaikan dengan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro, Selasa (20/10/2026).
Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan sejarah daerah, memperkuat semangat kebersamaan, serta mendorong pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Sebelum memasuki puncak peringatan, Pemkab Bojonegoro telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang sarat akan nilai sejarah dan budaya lokal. Salah satu prosesi sakral yang digelar adalah pengambilan dan kirab Api Abadi Kayangan Api dari Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem.
Api sakral tersebut diarak melewati wilayah Kecamatan Kalitidu dan Kecamatan Trucuk sebelum disemayamkan di Pendopo Malowopati.
Tak hanya itu, sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pendahulu, jajaran Pemkab dan tokoh masyarakat juga melaksanakan ziarah ke makam para leluhur dan tokoh bersejarah Bojonegoro, termasuk makam Pangeran Aryo Dalem. Kegiatan ini menjadi wujud pengingat bagi generasi penerus untuk senantiasa menjaga serta melestarikan warisan sejarah daerah.
Suasana khidmat dan penuh makna semakin terasa melalui serangkaian prosesi persemayaman Api Abadi, doa bersama lintas agama, hingga pembacaan tradisi macapat yang memancarkan kekayaan budaya lokal masyarakat Bojonegoro.
Pelaksanaan upacara puncak yang bertepatan dengan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur ini diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh elemen pembangunan.
Momentum hari jadi ini ditegaskan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi ajang refleksi atas capaian pembangunan, evaluasi terhadap berbagai tantangan, serta pemantapan komitmen bersama dalam mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan, selaras dengan arah pembangunan Provinsi Jawa Timur.
Melalui semangat pelestarian budaya dan gotong royong, peringatan HJB ke-349 ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. (Red)













