Utama  

Misteri Raibnya Dana PIP SDN 1 Cengkir Kepohbaru: Saldo Siswa Tersisa Rp2.000, LSM PIPRB Ancam Laporkan ke Polres Bojonegoro!

BOJONEGORO _ RADARFAKTA.COM // Kasus raibnya dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN 1 Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kian memanas dan menyisakan tanda tanya besar. Bantuan pendidikan dari pemerintah yang seharusnya meringankan beban siswa kurang mampu justru diduga diserobot pihak tak bertanggung jawab secara misterius tanpa sepengetahuan penerima manfaat.

​Kasus ini mencuat setelah adanya aduan dari seorang wali murid berinisial IT. Ia mengaku sangat terkejut saat mendapati informasi dari pegawai Bank BRI bahwa telah terjadi transaksi penarikan dana masuk dan keluar pada 19 Agustus 2024 senilai Rp448.000 melalui kartu ATM di brilink/agen BRI di kecamatan Kepohbaru, sehingga saldo di rekeningnya kini hanya tersisa Rp2.000. Padahal, IT menegaskan dirinya tidak pernah memegang kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) maupun melakukan penarikan tersebut.

​”Anak Saya belum punya ATM pada waktu itu dan tidak pernah mengambil uang di Brilink. Saya tahu itu karena dikasih tahu pegawai Bank BRI kalau ada transaksi dana masuk dan keluar pada tgl 19/08/2024 senilai 448,000. Padahal anak saya tidak punya kartu ATM PIP karena pengambilan di Brilink itu pakai ATM, sekarang di rekening hanya tinggal dua ribu rupiah,” ungkap IT, Senin (20/07/2026).

Ia juga menambahkan, “Ada beberapa wali murid yang mengatakan sampai saat ini belum mempunyai kartu ATM.”

​Mengetahui aduan tersebut, Ketua LSM PIPRB Kabupaten Bojonegoro, Manan, langsung bergerak cepat melakukan investigasi lapangan. Pada Selasa (21/07/2026), Manan mendatangi SDN 1 Cengkir dan diterima dengan baik dalam ruang diskusi bersama Kepala Sekolah SDN 1 Cengkir Joko Utomo, S.Pd., serta jajaran pendamping dana PIP sekolah.

​Dalam pertemuan tersebut, Manan mempertanyakan kejelasan raibnya dana PIP milik seorang siswa bernama Aqila senilai Rp448.000. Menanggapi hal itu, pendamping dana PIP, Nanda dan Solikin, memberikan penjelasan terkait riwayat pencairan, namun mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang melakukan penarikan.

​”Punya Aqila itu ada PIP masuk pada tahun 2022 dan 2024. Tetapi kita tidak tahu yang mengambil uang lewat Brilink pada tahun 2024. Kartu ATM itu terbit pada tahun 2023 dan tahun 2024 karena tidak bersamaan, karena saya juga belum di sini dulu, masih Pak Solikin yang menangani, dan kita tidak tahu uang itu diambil siapa,” ucap Nanda saat memberikan klarifikasi, Selasa (21/07/2026).

​Lantaran diskusi di tingkat sekolah tidak menemui titik temu, Manan melanjutkan langkah konfirmasi langsung ke Kantor Bank BRI Unit Kepohbaru. Di sana, ia ditemui oleh Customer Service berinisial AZ yang menjelaskan bahwa pihak bank telah menjalankan prosedur perbankan.

​”Kita sudah cek di sistem kita untuk kartu ATM itu sudah terbit pada tahun 2024 secara kolektif atau bersamaan. Kita sudah meminta data ke pusat untuk mengetahui siapa yang mengajukan pembuatan kartu ATM itu ke pusat, karena nanti ada bukti foto pendamping untuk membuat kartu ATM tersebut” ungkap AZ.


​Menanggapi tidak adanya titik terang serta jawaban yang saling lempar antara pihak sekolah dan bank, Ketua LSM PIPRB Manan menyatakan tidak akan tinggal diam. Ia menegaskan akan segera membawa persoalan hilangnya hak dana pendidikan siswa miskin ini ke ranah hukum secara resmi.

​”Kami melihat ada indikasi kuat penyelewengan dan ketidakberesan dalam pengelolaan dana PIP di SDN 1 Cengkir ini. Karena tidak ada kejelasan dan penyelesaian yang transparan dari pihak sekolah maupun pengelola” tegas manan.

“dalam waktu dekat kami akan secara resmi melaporkan kasus hilangnya dana PIP ini ke Polres Bojonegoro agar diusut tuntas, karena tidak menutup kemungkinan masih banyak PIP di sekolah lain yang seperti ini” tegas Manan, Selasa (21/07/2026).

penulis: Teguh H

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deskripsi gambar