Utama  

Proyek PU Cipta Karya Bojonegoro Makan Korban, Balita di Kapas Cacat Permanen, LSM PIPRB Desak APH Turun Tangan

BOJONEGORO_RADARFAKTA.COM // Pengerjaan proyek pemasangan saluran drainase U-Ditch milik Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro di Desa Bangilan RT 01 RW 01, Kecamatan Kapas, memicu penderitaan mendalam bagi warga setempat.

Proyek yang terkesan terbengkalai dan minim pengawasan tersebut menelan korban luka fisik serius hingga cacat permanen pada anak di bawah umur.

​Peristiwa naas tersebut terjadi pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Korban berinisial ANP, balita berusia 3,5 tahun yang kini masih terkulai di rumah sakit R sosrodoro djatikusumo, mengalami luka robek parah pada bagian telinga akibat terkena sisa pecahan material di sekitar galian proyek yang tidak aman.

​Orang tua korban, MY, mengungkapkan kronologi kejadian melalui voice note WhatsApp kepada awak media. Menurutnya, insiden tersebut terjadi begitu cepat di dekat area galian depan rumah mereka.

​”Kejadian kecelakaan jam 9 pagi, waktunya mandi dia main di sekitaran got. Di got itu ada pecahan bambu, kena kupingnya,” ungkap MY dengan nada prihatin.

​MY menjelaskan bahwa luka pada telinga buah hatinya sangat parah sehingga harus menjalani tindakan operasi di rumah sakit. Namun, tim medis menyatakan bahwa benturan dan luka robek tersebut meninggalkan cacat permanen pada bagian telinga balita tersebut.

​”Saya sebagai orang tua tidak ikhlas. Kata dokter, habis dioperasi pun tetap ada kecacatannya,” tegas MY.

​Tak hanya ANP, kelalaian dalam pelaksanaan proyek drainase ini ternyata juga memakan korban lain. Mertua MY sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan akibat material galian yang dibiarkan mangkrak.

​”Mertua saya juga habis jatuh tertimpa sepeda motor gara-gara mau mengeluarkan sepeda motor, ada galian yang terbengkalai. Masalah proyeknya sebenarnya sudah dikomplain masyarakat, kenapa kok lambat. Pertama hanya dikeduk terus ditinggal hampir satu bulan, baru dipasang U-Ditch, lalu ditinggal lagi,” beber MY membeberkan keluhan warga.

​Berdasarkan penelusuran tim awak media pada laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek konstruksi drainase di RT 01 RW 01 Desa Bangilan ini merupakan paket pekerjaan milik Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro.

​Proyek tersebut dikerjakan oleh penyedia jasa CV Aksayalabha Sejahtera, yang beralamat di Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, dengan nilai anggaran mencapai Rp 399.456.695,01.

​Menanggapi ditemukannya kelalaian teknis keselamatan (K3) serta lamanya pengerjaan di lapangan, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Perkumpulan Independen Peduli Rakyat Bojonegoro (LSM PIPRB), Manan, memberikan pernyataan keras.

​”Ini bentuk kecerobohan dan kelalaian fatal dari pihak penyedia jasa (kontraktor) maupun dinas terkait selaku pengawas proyek. Uang negara ratusan juta rupiah yang bersumber dari APBD seharusnya dipakai untuk menyejahterakan warga, bukan malah membahayakan keselamatan nyawa masyarakat,” tegas Manan.

​Manan menekankan bahwa kontraktor tidak boleh mengabaikan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di lokasi pemukiman padat.

​”Pekerjaan yang membiarkan galian mangkrak berbulan-bulan tanpa pengaman atau garis pembatas (safety line) adalah pelanggaran berat. LSM PIPRB mendesak Dinas PU Cipta Karya untuk memberikan sanksi tegas dan mengevaluasi penuh CV Aksayalabha Sejahtera. Kami juga menuntut kontraktor bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pengobatan serta ganti rugi kepada keluarga korban. Jika tidak ada respons konkret, kami siap mengawal kasus ini ke jalur hukum dan Aparat Penegak Hukum (APH),” pungkas Manan.

​Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak pelaksana kontraktor CV Aksayalabha Sejahtera serta Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro terkait penanganan lokasi proyek dan bentuk tanggung jawab atas insiden tersebut.

Penulis: Teguh Hariyanto
Editor: Redaksi

Deskripsi gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deskripsi gambar