Utama  

Pengakuan Mengejutkan Pekerja Proyek U-Ditch Kapas: Cat “SBB SNI” Disebut Milik Pak Syukur, Baru Di stempel di lokasi proyek

BOJONEGORO_RADARFAKTA.COM // Praktek dugaan manipulasi spesifikasi teknis dan standar mutu material U-Ditch pada proyek drainase milik Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro di Desa Bangilan RT 01 RW 01, Kecamatan Kapas, kian benderang dan makin janggal.

​Proyek bernilai pagu Rp 399.456.695,01 yang dikerjakan oleh CV Aksayalabha Sejahtera tersebut sebelumnya viral akibat memicu insiden kecelakaan balita (ANP, 3,5 tahun) hingga dinyatakan cacat permanen pada bagian telinga akibat galian yang dibiarkan mangkrak tanpa pengaman.

​Kini, temuan di lapangan kembali menggemparkan publik terkait penampakan material U-Ditch yang mendadak di-stempel secara manual menggunakan cat bertuliskan “SBB SNI” di lokasi pekerjaan.

​Pengakuan Polos Pekerja: Stempel Cat Manual Baru Dilakukan di Lokasi
​Saat awak media turun ke lokasi proyek pada Sabtu (24/10/2026) untuk meminta klarifikasi terkait keabsahan penempelan stempel cat bertuliskan SBB SNI tersebut, salah satu pekerja di lokasi memberikan pengakuan yang sangat mengejutkan.

​Pekerja tersebut membeberkan bahwa SBB merujuk pada nama unit usaha lokal di kawasan Kecamatan Balen.


​”SBB itu sejahtera bersama Bojonegoro pabriknya baratnya pom bensin Balen mas, milik Pak Syukur,” cetus salah satu pekerja proyek di lokasi saat dikonfirmasi media, Sabtu (24/10/2026).

​Tak berhenti di situ, saat awak media menanyakan mengapa stempel bertuliskan SBB SNI tersebut baru disemprotkan menggunakan cat manual di lokasi pengerjaan proyek dan tidak dicetak sejak dari pabrikan (pabrikasi/batching plant), jawaban pekerja justru makin menambah kecurigaan publik.

​”Kemarin cari lokasi proyeknya belum ketemu,” dalih pekerja tersebut polos memberikan alasan keterlambatan penyemprotan cat SBB SNI pada material U-Ditch tersebut.

​Janggal dan Bertentangan dengan Aturan Teknis SNI

​Pengakuan pekerja lapangan tersebut makin memperkuat dugaan adanya akal-akalan atau tindakan manipulatif untuk mengelabuhi pengawasan masyarakat, LSM, dan Aparat Penegak Hukum (APH).

​Secara kaidah teknis konstruksi beton pracetak, stempel penandaan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang sah dan teruji wajib dicetak secara permanen (emboss/timbul) saat proses pembetonan di pabrik atau menggunakan stempel resmi pabrikan yang dilengkapi dengan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT-SNI) serta keterangan jelas mengenai mutu kuat tekan beton (K-Mutu).

​Tindakan menyemprotkan stempel cat manual bertuliskan SBB SNI secara mendadak di lokasi pengerjaa dengan alasan “baru ketemu lokasi proyek” dinilai sebagai bentuk kepanikan kontraktor setelah temuan material U-Ditch polos, pecah, dan tanpa tanda SNI mendadak viral di media massa.

Manan ketua ​LSM PIPRB: “Ini Jelas Indikasi Pembodohan dan Pemalsuan Mutu Proyek APBD!”


​Menanggapi pengakuan pekerja proyek tersebut, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Perkumpulan Independen Peduli Rakyat Bojonegoro (LSM PIPRB), Manan, merangkal keras dan menyebut kejadian ini sebagai skandal pengadaan material yang keterlaluan.

​”Ini jawaban yang sangat tidak masuk akal dan konyol! Masa standar mutu SNI baru di-cat di lokasi proyek dengan alasan baru ketemu lokasinya? SNI itu sertifikasi mutu fabrikasi lab, bukan semprotan cat pylox di pinggir jalan!” tegas Manan dengan nada geram.

​”Temuan ini memperkuat bukti surat yang sudah kami layangkan ke Bupati Bojonegoro. Kami mendesak Kejaksaan Negeri Bojonegoro dan Satreskrim Polres Bojonegoro (Unit Pidsus) untuk segera menyita sampel beton tersebut, memeriksa pemilik SBB maupun CV Aksayalabha Sejahtera, serta melakukan uji laboratorium independen. Jangan sampai proyek APBD ratusan juta dijadikan ajang permainan material substandar yang mengorbankan keselamatan rakyat!” pungkas Manan.

​Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro maupun pemilik CV Aksayalabha Sejahtera belum memberikan tanggapan resmi terkait pengakuan pekerja serta legalitas dokumen SPPT-SNI atas material U-Ditch ber-stempel cat tersebut. (Guh/Red)

Deskripsi gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deskripsi gambar